Penulis: Nurbadriyah

Tak pernah bermimpi
Aktivitas pekerjaan sejenak terhenti
Hidup terasa mati

Kini bunyi peribahasa sudah berbeda
Bersatu kita runtuh
Sendiri kita teguh

Semua yang dikhawatirkan, akhirnya terjadi
Guru benar-benar tergantikan oleh teknologi
Canda tawa siswa kini tak terdengar lagi
Sungguh, Tak pernah terbersit di akal sehat kami

Aktivitas kehidupan terkunci
Ya Allah, ini seperti halusinasi
Ini seperti sebuah ilusi
Manusia yang bebas dipenjarakan
Manusia yang di penjara dibebaskan
Salat berjamaah tak dianjurkan
Tarawih dirumahkan
Lebaran pun ditiadakan

Hati semakin ketakutan
Jiwa menjadi tertekan
Dengar berita-berita kematian
Ditambah lagi gaji bulanan mulai terkena potongan

Raga yang terkarantina
Dunia tampak seperti di luar angkasa
Manusia-manusia tampak seperti boneka
Wajah tertutup, dengan bola mata bergerak sedikit leluasa

Ohhh bianglala
Ohhh fatamorgana
Ohhh nyanyian duka
Ohhh luka yang semakin menganga
Mungkinkah Tuhan murka
Ataukah dunia sudah tua?

*
Berhenti!!!
Pergi!!!
Biarkan aku sendiri

Ingin kunikmati hari tanpa televisi dan teknologi
Muak dengan saluran mesum dan hingar bingar dunia selebriti

Bosan dengan warta yang memuat kriminal dan kecelakaan dimana-mana
Benci dengan drama korea dan telenovela yang jauh dari kehidupan alam nyata

Ingin kulewati malam
Tanpa hiruk pikuk kendaraan di seberang jalan
Ingin kurasakan sepinya hari
Tanpa berita yang mengejutkan hati
Kucoba tulikan telinga
Dari meningkatnya jumlah korban korona

Ouuu kurindu bertamu ke istana-Mu
Kuinginkan damai berada di dekat-Mu
Khusyuk dalam sujud malamku
Merangkai doa merasuk dalam kalbu
Semoga Kau berkenan kabulkan pintaku

Maret 2020