Oleh : Lilik Yani

Duhai hamba-Ku, betapa Aku merindukanmu
Jika kau tak peka merasakan kehadiran-Ku
Kupanggil engkau dengan suara merdu
Ku-suruh muadzin mengumandangkan adzan untukmu

Duhai hamba-Ku
Apakah engkau bergegas memenuhi panggilan-Ku?
“Ya Allah, udara dingin sekali
Aku masih ngantuk nich”
Jawabmu di waktu pagi
Ketika adzan Subuh membuka hari

Baiklah, Aku sabar menunggumu lagi
Siang hari engkau Ku-panggil kembali
Suara merdu muadzin menghentakkan hati
Apakah engkau bergegas memenuhi panggilan-Ku?

“Ya Allah, tugasku lagi banyak nich
Buru-buru ditunggu pimpinan sejak tadi
Aku takut dipecat, tak mendapat gaji
Ntar dulu ya Allah, sebentar lagi”

Baiklah, Aku masih sabar menanti
Sore hari kuminta muadzin menyuarakan adzan kembali
Berharap engkau mendatangi-Ku dengan segenap hati
Sudah Ku-mudahkan menyelesaikan tugasmu hari ini

Hamba-Ku, apa jawabmu?
Dalam perjalanan pulang naik takzi
“Ya Allah, macet banget nich
Aku gak bisa mampir masjid
Nanti saja ya ketika di rumahku sendiri”

Sampai rumah adzan maghrib berkumandang
Banyak umat bergegas menuju masjid terdekat
Kamu melenggang masuk gang dengan tenang
Bau keringat jalanan
“Tak enak masuk masjid bau tak sedap
Ya Allah, aku mandi dulu saja ya”

Hambaku, ada saja alasan yang menyertai
Masuk rumah tak bergegas mandi
Malah tertarik acara televisi
Masih keringatan, tak enak langsung mandi
Begitu bisikan hati

Hamba-Ku, Aku masih bersabar lagi
Menunggumu datang menemui
Membisikkan kata mesra dari hati
“Ya Allah, ampuni aku dan berkahi hidup ini”

Waktu isya pun menjelang
Ku-harap hamba yang Ku-rindu datang
Harum wangi mengiringi kehadirannya
Tapi kenapa lemas dan tak bergairah menyapa-Ku

Kulihat berkali-kali menguap
Wah, hamba-Ku tampak capek benar
Kerja seharian tak cukup istirahat
Penuh tekanan dari pimpinan

Duhai hamba-Ku, kau kerja tak kenal waktu
Kau abaikan seruan-Ku
Berapa kali panggilan adzan tak menggerakkan hatimu
Berbagai alasan kau ungkapkan pada-Ku

Duhai hamba-Ku, jika lantunan lantang muadzin tak kau dengar
Perlu sarana apa Ku-memanggilmu datang?
Haruskah dengan suara lebih keras menggelegar ?
Ataukah dengan cara paksa?