Oleh : Lilik Yani

Duhai hamba-Ku, bagaimana kabarmu?
Masihkah dalam kondisi bahagia hatimu?
Adakah kalian sadar, siapa yang memberimu bahagia?
Apakah kalian sudah mensyukurinya?

Aku kabulkan semua permintaanmu
Aku cukupi semua kebutuhanmu
Aku juga masih terus menjagamu
Walau kalian tak memperhatikan-Ku

Kalian hidup semaunya
Bebas liar tak memperhatikan aturan yang ditentukan
Kalian terjang garis pembatas larangan
Kalian di jalan yang membahayakan

Hamba-Ku, kalian dalam bahaya
Ku panggil kalian keras-keras
Awas, jangan diteruskan!
Kalian dalam kondisi celaka

Aku mencintaimu, hamba-Ku
Panggilan-Ku tak menyadarkanmu
Maka Ku-cubit kalian dengan rasa sakit
Yach, Ku-berikan penyakit padamu

Agar kalian sadar bahwa kondisimu dalam bahaya
Cubitan sakit ini untuk membangunkanmu dari zona nyaman
Agar tak terlena dalam kesesatan
Agar kalian selamat
Kembali ke jalan yang benar

Agar kalian mengingat-Ku
Memanggil-Ku dengan mesra
Mohon pertolongan kepada-Ku
Penuh harapan dan rasa cemas

“Yaa Allah, aku sakit”
Begitu kalian memanggil-Ku
“Yaa Allah, berikan aku kesembuhan”
Begitu kalian memerintah-Ku

Hambaku, Aku mencintaimu
Ku-biarkan sejenak kalian
Muhasabahlah, renungkanlah!
Berapa lama kalian mengacuhkan-Ku?

Tapi Aku tetap mencintaimu
Ku-ingin mendengar lebih lama panggilanmu
“Yaa Allah, ampunilah aku”
Aku ampuni kalian selama tak menduakan-Ku

Hamba-Ku, Aku merindukanmu
Rindu panggilan mesra di setiap helaan nafasmu
Bukan hanya saat membutuhkan-Ku
Tapi kalian mengabaikan-Ku

Kuberikan cubitan dengan penyakit
Bukan Aku marah pada-Mu
Justru Aku sayang pada-Mu
Aku ingin kalian kembali ke jalan-Ku