Oleh: Elsa Siregar

Tuhan, dengarkan bisikku berbalut cemas dan pilu
Aku mau beritahu, makhluk kecil-Mu belum usai jalankan perintah-Mu
Dia masih bersembunyi dan menutup rapat rahasianya itu
Yang jelas ia telah menjadi sebab pertemuan sebagian kami dengan-Mu

Tuhan, apakah makhluk kecil-Mu seganas dan sejahat yang dikira
Hingga kami harus dibalut pengaman diri saat melihat dunia
Bahkan bayang-bayangnya seperti mengikut meski tak tertangkap mata
Hadirnya seperti mendekat ingin menghampiri setiap jiwa yg bernyawa

Tuhan, marahkah KAU saat kami menyebutnya pembunuh jahat?
Sebab hal menyakitkan kami dapati saat ada raga menjadi mayat
Hari terakhir dibumi memaksa siapapun tak boleh melihat
Ancaman makhluk kecil-Mu itu melarang siapapun untuk mendekat

Tuhan, lihatlah jiwa yang kembali pada-Mu benar-benar kesepian
Tidak ada hari berkumpul, tidak ada sholat bersama, yang ada senyap hingga pemakaman
Hukuman apa ini Tuhan? Ini duka yang sangat memilukan
Diri jadi bertanya, kelak siapa yang mengantarku pulang kepersinggahan?

Tuhan, kami mengaku salah sebab hari-hari berteman dosa
Jika ini adalah peringatan, kami sudah menerimanya
Engkau satu-satunya juru kunci yang yang akan menghentikan semua
Panggillah makhluk kecil-Mu pulang, dan katakan padanya
“tugasmu telah usai, hamba-Ku telah mengambil pelajaran berharga