Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits bin Hazn al-Hilali

Adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Nabi shalallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak banyak yang mengenal wanita bangsawan Bani Hilal ini. Beliau merupakan putri dari al-Harits bin Hazn bin Bujair bin al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal. Lahir 29 tahun sebelum hijrah dan wafat tahun 51 H di daerah Sarif, sebuah tempat antara Mekkah dan Madinah. Tempat beliau membangun rumah tangganya bersama Rosulullah Saw. Bersamaan dengan 593 M dan wafat tahun 671 M. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Zuhair bin al-Harits bin Hamathah bin Humair. Beliau wafat pada tahun 51 H/671 M, sebagaimana yang dikuatkan oleh Ibnu Hajar dan selainnya. Saat wafat, usia beliau adalah 80 atau 81 tahun (Ibnu Saad: ath-Thabaqat al-Kubra, 8/140).

Sedangkan nama aslinya adalah Barrah tetapi kemudian Rosulullah Saw memberinya nama Maimunah. Adapun beliau menikah dengan Rosulullah Saw  dengan mahar 400 Dirham pada Zulqa’dah tahun ke tujuh hijriyah (pendapat jumhur ulama) dan beliau merupakan istri terakhir dari Rosulullah Saw. Pernikahan ini membawa banyak pengaruh bagi kaum Bani Hilalliyah. Sehingga membuat mereka tidak ragu-ragu berbondong-bondong memeluk agama islam, agama yang paling mulia di sisi Allah Swt. Karena mereka tak merasa ada jarak antara mereka dengan Nabi Muhammad. Hilanglah rasa kikuk dan berat di hati. Sebab mereka sudah menjadi satu keluarga besar.

Maimunah binti al-Harits bin Hazn al-Hilali dikenal sebagai sosok mujahidah yang pemberani. Beliau ikut serta dalam peperangan dan berjuang bersama kaum muslimin untuk membantu para pasukan yang terluka ataupun sakit, contoh seperti yang diceritakan dalam perang Tabuk. Beliau sangat dihormati oleh istri-istri Rosulullah yang lainnya. Karena ia adalah saudari dari Ummul Fadhl, istri paman nabi, al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu. Kemudian bibi dari Khalid bin al-Walid. Dan juga bibi Abdullah bin Abbas (adz-Dzahabi: Siyar A’lam an-Nubala, 2/238).

Keistimewaan lainnya adalah beliau sangat mencintai kebaikan dan mampu meriwayatkan beberapa hadits dari Rosulullah Saw. Imam Nawawi sendiri mengatakan ada 46 hadits, Imam Dzahabi mengatakan ada 13 hadits. Hadits yang muttafaqun ‘alaih (sepakat Bukhari-Muslim) ada 7 hadits yang termaktub dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim. 1 hadits yang diriwayatkan al-Bukhari saja. 5 hadits oleh Muslim saja. Dan total hadits-hadits yang diriwayatkan sebanyak tiga belas hadits (adz-Dzahabi: Siyar A’lam an-Nubala, 2/238).

Kisah cinta itu bermula saat Maimunah hidup sendiri tanpa suami. Al-Abbas yang merupakan orang dekat Maimunah dan orang dekat Rasulullah, menawarkan Maimunah kepada Rasulullah saat sedang di Juhfah. Rasulullah pun tertarik kemudian menikahinya. Tanah di Sarif, 10 Mil dari Mekah menjadi saksi rumah tangga ini mulai dibina. Pernikahan ini berlangsung pada tahun ke-7 H (629 M) saat umrah qadha. Melalui Abbas, Rasulullah membayarkan mahar senilai 400 Dirham.

Sebelumnya, Maimunah merupakan istri dari Abu Ruhm bin Abdul Uzza bin Abu Qais bin Abdu Wud bin Nashr bin Malik bin Hasl bin Amir bin Luay. Ada yang menyatakan bahwa Maimunah adalah wanita yang menawarkan dirinya kepada Nabi. Saat menunggai ontanya, Maimunah berkata, “Tunggangan ini dan apa yang ada di atasnya adalah untuk Allah dan Rasul-Nya.” Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya,

وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau menikahinya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin.” [Quran Al-Ahzab: 50]

Dengan menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maimunah binti al-Harits Ra kemudian bergabung dengan istri-istri Rosulullah yang lainnya. Mereka sama-sama memiliki peranan dalam menyampaikan risalah kehidupan Rasulullah kepada umatnya. Di antara tugas istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menyampaikan hukum-hukum syariat, aktivitas-aktivitas Nabi, yang tidak dilihat oleh masyarakat umum. Mereka menyampaikan bagaimana Nabi mandi dan berwudhu. Apa yang dilakukan Nabi sebelum dan saat tidur, juga saat bangun dari tidur. Saat masuk dan keluar rumah, dan hal-hal lainnya yang tidak bisa diketahui secara detil kecuali oleh istri-istri beliau. Merekalah yang senantiasa bersama Nabi saat di rumah.

Ummul Mukmini Maimunah binti al-Harits radhiallahu ‘anha wafat di daerah Sarif. Sebuah tempat antara Mekah dan Madinah. Tempat pertama ia membangun rumah tangga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau wafat pada tahun 51 H/671 M, sebagaimana yang dikuatkan oleh Ibnu Hajar dan selainnya. Saat wafat, usia beliau adalah 80 atau 81 tahun (Ibnu Saad: ath-Thabaqat al-Kubra, 8/140).

Sumber/referensi:

1. Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel http://www.KisahMuslim.com

2. Rumaysho.com