Oleh : Yanti Maryanti

Hari yang kuhitung, detik yang kian berlalu, sya’ban yang meninggalkan kita, kini kau didepanku ramadhan, saatnya kerinduan itu kunanti untuk bisa jumpa denganmu, disisa nafas hidupku

Meski beberapa waktu lalu bahkan 5 menit yang lalu, kita saling menghujat dan menyulut amarah dengan fokus Corona virus. Dengan tatapan yang saling mencurigai, kunjungan yang penuh prasangka, jabat tangan yang tak ingin dieratkan dan ibadah yang jauh dari rasa persaudaraan.

Kini menyambut ramadhan, semoga engkau pun segera pergi. Tak usah berpamit, tak usah kembali karena datangmu tak kami nanti, Corona oh Corona.

Ramadhan kita sambut dengan senyuman, Saling mengumpulkan amalan, berbagi kebahagiaan, hidangan dan kebersamaan.

Ramadhan ini, semoga usia kita berkenan, kita menahan amarah, rasa ego, kecewa, lelah dan berprasangka buruk dan saling menghujat teman.

Dengan ramadhan ini, mari kita menahan hari, menjaga lisan dan mengontrol perbuatan / sikap agar ramadhan memetik ladang amal yang luar biasa dan kita sempurnakan ibadah menjadi istimewa.

Dengan hati saling memaafkan
Dengan lisan saling menjaga
Dengan sikap saling memberi kasih sayang