Oleh: Rumah Sehat Klinik As Shifa

Ketika ditanyakan, apakah sama keinginan untuk belajar menulis dengan belajar membuat buku, jawabnya mudah dan cukup jelas. Belajar menulis dengan belajar membuat buku, tentu berbeda. Meski sekilas serupa.

Belajar menulis dalam beberapa hal, mempunyai spektrum yang lebih luas dibandingkan dengan belajar membuat buku. Sebab fokus belajar membuat buku sudah jelas arahnya untuk memproduksi buku. Sedangkan belajar menulis bisa menghasilkan buku dan selain daripadanya.
Meskipun begitu di awal pembelajaran, menempuh hal-hal yang sama. Seperti pemahaman yang utuh tentang penggunaan huruf besar dan tanda baca. Hal-hal mendasar semacam ini, wajib diketahui dan dimengerti oleh orang yang bertujuan, baik untuk menulis maupun membuat buku.

Jangan terjebak pada pernyataan, bahwa yang penting bagaimana mengeluarkan gagasan dan menuangkannya. Cara berpikir sejenis ini, tak sepenuhnya benar. Sebab pada faktanya, orang-orang yang hanya berpusat pada hal tersebut, kurang peduli pada penggunaan tata bahasa yang baik dan benar. Sehingga mengakibatkan memperlama, tidak saja proses editing, namun juga hal-hal lain yang terkait.

Sama Halnya dengan Al Fashdu dan Donor Darah
Walaupun ada kesamaan tapi ada juga perbedaan yg tidak bisa dipaksakan untuk di SAMAKAN yaitu NIAT.

Al Fashdu adalah metode pengobatan yang dilakukan oleh orang-orang Zaman dahulu bahkan sebagian ulama’ menyebutkan Alfashdu dan Hijamah ada sebelum Rosulullah diutus dengan Tujuanya adalah PENGOBATAN

Sedangkan donor darah ada seiring perkembangan medis modern dg tujuan memanfaatkan darah untuk membantu seudara kita yg membutuhkan.

Dari persamaan kedua metode pengeluaran darah tsb ternyata ada Sesuatu yang tidak bisa disamakan yaitu NIAT

Banyak dari saudara kita yg berikhtiar dengan Alfashdu dan Allah SWT memberikan kesembuhan dari penyakitnya bahkan Penyakit Non Medis ( Gangguan Jin ) sekalipun dengan Niat dari pasien berobat dan Niat dari Muallij / Pengobat dalam mengobati

Dan bahkan mereka ketika melakukan donor darah tidak merasakan seperti ketika Proses Al Fashdu dengan bereaksi frontal, Jin bereaksi dll

Sama halnya dengan ketika saudara kita yg mengalami gangguan Jin mendengarkan orang yg sedang membaca Al Qur’an, ketika hanya sekedar mendengarkan saja ternyata bacaan tsb tdk berpengaruh bagi Pasien

Lain halnya ketika saudara kita yg mengalami gangguan Jin, ketika mendengarkan Lantunan Ayat Alqur’an yang oleh sang Peruqyah diniatkan mengobati Pasien ( meruqyah ) ternyata hasilnya memang berbeda.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua

” KARENA BEDA NIAT- AKAN BEDA HASILNYA “.

Niat berobat dengan Niat Donor Darah jelas berbeda hasil walaupun ada kesamaan.

Wallahu a’lam bisshowab.