oleh : Pita Nirmalasari (aktivis mahasiswi)


“Momen Ramadhan apa yang paling ditunggu?” Pertanyaan kerinduan pada bulan Ramadhan ini senantiasa menggema kala menyambut bulan Ramadhan. Kemudian dijawab dengan antusias penuh kebahagiaan. Tak terkecuali, keceriaan menyambut Ramadhan tahun ini. Walaupun ditengah wabah pandemi corona. Umat Islam tak kehilangan antusias menyambutnya. Sungguh bulan terbesar bagi umat Islam ini memiliki makna yang luar biasa.

Kemuliaan-kemuliaan dibulan Ramadhan sangat sayang untuk dilewatkan. Meskipun tahun ini aktivitas kita di bulan ramadhan mengharuskan banyak dirumah. Jangan sampai, kehilangan semangat untuk memperbanyak ibadah. Kita harus menghilangkan seluruh kemalasan dan banyak rebahan. Karena sebenarnya banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengisi kegiatan Ramadhan di rumah. Semisal menghafal Al-Qur’an, memperbanyak ibadah sunah, menyelesaikan tugas rumah tangga, produktif berkarya bagi seniman, berwirausaha online dan lain-lain.

Seluruhnya inshaAllah bernilai pahala asalkan dilakukan dengan ikhlas dan sesuai syariat Islam.
Ada hal yang sangat penting untuk dilakukan umat Islam pada momen Ramadhan kali ini. Yakni taubatan nasuh (baca. bersungguh-sungguh serta tidak akan mengulangi dosa). Karena bisa jadi wabah corona ini adalah peringatan dari Allah SWT. Selama ini manusia telah banyak berpaling dari peringatanNya.

Ramadhan merupakan bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah ta’aala. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan ini, maka Allah ta’aala akan mengampuni segenap dosanya sehingga ia diumpamakan bagai berada di saat hari ia dilahirkan ibunya. Setiap bayi yang baru lahir dalam ajaran Islam dipandang sebagai suci, murni tanpa dosa.

Bersabda Rasululah shollallahu ’alaih wa sallam, “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya.” (HR Ahmad 1596)
Ibadah puasa Ramadhan ditujukan untuk membentuk muttaqin (orang bertaqwa). Sedangkan di antara karakter orang bertaqwa ialah sibuk bersegera memburu ampunan Allah ta’aala dan surga seluas langit dan bumi.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Meminta ampunan juga harus dinyatakan dalam perbuatan. Semisal bertobat kepada Allah tidak akan mencuri maka selamanya dia berusaha meninggalkan tindakan mencuri. Jika saat ini umat Islam tidak menerapkan hukum Al Quran maka sudah selayaknya umat kembali menerapkan Al Qur’an.Penerapan Al Qur’an secara totalitas hanya dapat dilakukan oleh institusi Khilafah. Sehingga sudah sewajarnya umat bangkit dan berjuang untuk penerapan Khilafah. Hanya dengan Khilafah inshaAllah kehidupan umat akan lebih baik karena diatur dengan aturan langsung dari Sang Khaliq. Mari bergandeng tangan untuk mencegah corona dan memperjuangkan SyariatNya.