Oleh: Alvi Rusyda ( Mahasiswi Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang)

Allah SWT menciptakan manusia, dengan semua potensi yang unik. Allah beri manusia kebutuhan jasmani, dan naluri, serta akal untuk berfikir. Tentu sebagai hamba-Nya kita arahkan potensi tersebut sesuai dengan hukum syara’.

Untuk memenuhi kebutuhan jasmani, Allah perintahkan kita untuk makan, minum, tidur, dan aktivitas lainnya.

Untuk memenuhi naluri (gharizah) banyak yang bisa kita lakukan. Misalnya: Allah perintahkan kita, untuk menikah memenuhi naluri nawu’. Bersabar dan menahan diri dalam naluri baqa’, beribadah kepada Allah untuk memenuhi naluri ruhiyah atau tadayun.

Masya Allah, jika kita kaji syari’at Islam secara mendalam, tiada ditemukan yang menyengsarakan, dan menyesatkan manusia. Tetapi syariat Islam mengandung maslahat, hanya saja tidak semua manusia yang mengetahuinya.

Pada bulan Ramadan penuh berkah ini, salah satu moment untuk mempelajari Islam, sehingga puasa, dan amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Mungkin waktu kecil, kita pasti bertanya kepada Ayah dan Ibu “kenapa ya kita harus berpuasa? Atau Orang berpuasa kok kuat ya, padahal tidak makan dan minum seharian”. Logika anak prabaligh kadang mencari pembenaran. Mereka berpuasa karena latihan, ikut ikutan, dan ada juga karena keinginan sendiri untuk belajar. Tentu peran orang tua menjelaskan kepada anak, dengan bahasa yang mudah dipahami, anak seusia pra baligh.

Diantara Tips yang dilakukan agar tetap kuat berpuasa, baik puasa sunnah maupun puasa wajib, antara lain:

– Konsumsi Makanan dan Minuman Sehat

Makanan yang sehat tentu banyak mengandung gizi, halal dan toyyib. Karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuh yang akan berproses, menghasilkan tenaga.

Mengenai sumber gizi, tentu kita sudah tahu darimana bisa didapatkan. Cek di google banyak sekali muncul. Tentu disesuaikan juga dengan kondisi kantong, apalagi di masa pandemi ini. Mengharuskan stok makanan di kulkas, dan mengatur manajemen keuangan. Semoga keluarga yang daerah pandemi bisa memenuhi kebutuhannya aamiin.

– Olahraga

Selama stay di rumah, bisa melakukan olahraga, habis sholat subuh jangan tidur lagi. lakukan senam ringan untuk melancarkan peredatan darah.

– Tidur Siang

Tidur siang ini sunnah Rasulullah. Beliau tidur sebelum sholat zuhur, kadang sesudah zuhur. Tujuannya untuk mengistirahatkan tubuh, dan memulihkan stamina. Secara alamiah saja pada jam istirahat, hawa kantuk mulai menyerang, jika tidak bisa ditahan, segera tidur, kalau dipaksa tahan kantuk saat berakvitas, hasilnya tidak efektif, dan kepala akan pusing.

Tidur siang sejenak ( qailullah), kebiasaan para shalafus shaleh, untuk menguatkan diri beribadah pada malam hari. Tidur siang durasinya tidak lama-lama, minimal sepuluh menit maksimal satu jam. apalagi orang sibuk bekerja, atau emak yang mengurus rumah tangga, tidurnya hanya sebentar, penghilang kantuk.

– Perbanyak minum air putih

Air putih banyak sekali khasiatnya bagi tubuh. Salah satunya untuk membersihkan kuman dalam tubuh, dan melancarkan aliran darah. Dianjurkan untuk minum air hangat setelah berbuka, dan penutup makan sahur. Kurangi konsumsi minuman bersoda, dan pewarna buatan.

Tips Menguatkan Iman Saat Puasa️

– Luruskan niat, dan komitmen diri untuk melakukan kebaikan karena Allah. Yakin bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban di akhirat.

– Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an menjadi penambah iman, menjadi obat (Asyifa), dan menjadi pedoman hidup. Membaca Al-Qur’an selama bulan ramadhan, pahalanya 10 kali lipat tiap hurufnya. Masya Allah. Dengan membaca Al-qur’an, mentadabburnya, makin membuat keimanan bertambah, dan hati menjadi tenang. Banyak sekali dalil menjelaskan keutamaan membaca al-qur’an.

– Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu di masa pandemi ini banyak cara. Membaca buku baik buku cetak atau fdf, dan mengasah otak dengan menghadiri kajian online, membaca tulisan bermanfaat di medsos, mendengarkan taushiyah, menonton tayangan Youtube yang bermanfaat, dll. Insya Allah jika bertambah ilmu, iman jug nambah.

– Berdakwah

Dakwah merupakan kewajiban umat Islam. Baik muslim laki-laki dan perempuan. Puasa tidak menjadi penghalang, tetapi menjadi penolong. Sebagaimana Rasul dan sahabat berjuang, melawan orang kafir pada perang badar. Padahal mereka berpuasa. Dengan Izin Allah, diberi kemenangan.

Berdakwah juga kewajiban muslim laki-laki dan perempuan. Allah telah siapkan surga, bagi hamba-Nya yang mengorbankan harta, jiwa, dan pemikirannya. Allah juga akan memudahkan urusan kita, jika kita menolong agama-Nya. Masya Allah.

– Mengingat kematian

Rasulullah bersabda: Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian (hadits).

Rezki, ajal, jodoh merupakan rahasia Allah. Kita tidak tahu kapan ajal kita datang. Karena kematian, tidak melihat umur, dan kesiapan kita. Jadi jika sudah tiba saatnya, berangkatlah Ruh kembali kepada Allah SWT. Jadi, masa hidup di dunia, dimanfaatkan untuk beramal sebanyak mungkin, menaati perintah Allah, dan menjauhi larangannya.

– Stop Maksiat

Salah satu yang menurunkan iman kita dengan maksiat, baik kecil atau besar. Baik maksiat kepada Allah maupun kepada manusia. Puasa merupakan sarana menahan diri dari maksiat, dan hawa nafsu.

– Taqarub Ilallah

Untuk meraih ampunan Allah, tentu kita harus mendekatkan diri kepada Allah. Menjalankan ibadah mahdah, dan muamalah sesuai perintah-Nya. Memperbanyak amalan nafilah, berzikir, dan bermunajat kepada-Nya. Insya Allah Iman akan naik.

Jadi Kekuatan iman, harus diimbangi dengan kekuatan Imun manusia. Tidak akan khusuk dan tenang beribadah, jika tubuh loyo atau sakit. Yuk semangat jaga iman dan imun di bulan ramadhan. Wallahu’alam bishawab.[]