Oleh: Lelly Hapsari

 

Cinta itu datang dan pergi tanpa harus menanti datangnya rasa pengganti

Melepuh ataukah pasrah menjadi bagian dari luka yang telah dikhianati

Andaikan ada cinta yang abadi hanyalah sepenggal romantisme yang tak sebanding dengan cinta Illahi Robby

Allah begitu romantis pada hamba-Nya, akan mendekap dekat dan erat disegala rasa iman di saat seorang hamba berkhusuk di tengah sepinya sepertiga malam

Dia pencemburu tatkala kita tak lagi menyebut asma-Nya

Alloh selalu memberikan yang terbaik bagi kita tanpa menunggu bibir kita bergetar mengucapkan

Doa-doa adalah rayuan ungkapan cinta sebagai wujud kita butuh

Dan sangat butuh rengkuhan kasih-Nya

Ingin selalu dekat dengan-Nya

Duhai Alloh, meski terkadang hati ini berkhianat dan selingkuh bersembunyi dari kata khilaf

Namun Kau tak pernah murka

Pengampunan-Mu selaksa seluas hamparan langit dan bumi senatiasa tersedia dan terjaga

Saat kami dipermalukan dosa -dosa kami sendiri, dalam pelukkan Ar rahman telungkupi dan menutup aib kami

Allah selalu ada di setiap detik hembusan nafas, bahkan dalam tidur pun Dia menghantarkan malaikat menjaga memberikan kenangan dalam mimpi mimpi indah

Dia maha penghibur dengan memberikan lupa di setiap kejadian yang menyedihkan, Allah senantiasa hadirkan senyum bahagia bagi seluruh umat-Nya, meskipun sebagian dari kami mengingkari-Nya

Allah, torehkan pada kanvas warna warni pada langit dan bumi hingga menembus syurgawi, hati meronta dalam tangis yang sesal, terlambat kurasakan romantisnya cinta Alloh, terlanjur kehilangan mereguk cinta kasihNya, tak hanya cukup kata
“Aku mencintai Alloh”

Yang ada hanya rasa sesal, memupuk kerinduan, rasa rindu yang tak terkalahkan menyelinap dalam segenap asa…
Aku ingin kelak menatap teduhnya cahaya Alloh membuka pintu pintu jannah membawa asmaraku hingga ke syurga

Aku ingin kematian husnul khotimah