Oleh : Titi Ika Rahayu, A.Ma.Pust.

Bagi umat Islam bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk kaum muslimin, pembeda antara haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri. Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qodar).

Syahrul adzim mubarak, bulan yang agung dan berlimpah keberkahan, itulah Ramadhan. Khusus tentang puasa Ramadan, Rasulullah saw memberikan kabar gembira bagi siapa pun yang melaksanakannya karena keimanan, berharap keridaan-Nya akan memberikan ampunan, seperti sabda beliau:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR Bukhari dan Muslim)

Masya Allah, pantaslah jika kaum muslim sangat bersuka cita menyambut datangnya bulan mulia ini. Akan tetapi, Ramadhan tahun 2020 ini merupakan ramadhan yang sangat berbeda dengan ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Karena Indonesia dan dunia saat ini sedang dilanda pandemi covid 19. Pandemi yang telah menelan korban jiwa hingga raturan ribu ini membuat dunia membatasi aktivitas sosial, ekonomi, dsb. Hal ini berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi dunia. Banyak pabrik yang tutup dan terpaksa harus merumahkan karyawannya.

Di tengah kepungan kesulitan yang melanda, baik itu masalah virus corona maupun masalah2 lainnya, Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk bermuhasabah diri. Bahwa kunci dari permasalahan saat ini adalah ketaktawaan.

Allah SWT berfirman :
” Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, Dia pasti akan memberikan jalan keluar bagi dirinya dan akan memberi dia rejeki dari arah yang tidak dia sangka. (QS Ath-Thalaq: 65)

Takwa (bahasa Arab: تقوى‎ taqwā / taqwá ) adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah. Istilah ini sering ditemukan dalam Al-Quran, Al-Muttaqin (bahasa Arab: لِّلْمُتَّقِينَ‎ Al-Muttaqin) yang merujuk kepada orang-orang yang bertakwa, atau dalam perkataan Ibnu Abbas, “orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya.

Dari sini jelas bahwa makna ketakwaan adalah meyakini Allah dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah Allah dalam Alqur’an maupun hadist.
Bulan Ramadhan adalah masa dimana Al Qur’an yang menjadi pedoman bagi kaum muslim diturunakan. Pengingat bagi kita bahwa segala isi didalamnya yang berupa perintah dan larangan untuk dipatuhi dan diterapkan seluruh nya, bukan hanya memilah dan memilih aturan yang pas. Sebab dijelaskan dalam al qur’an bahwa untuk meraih ketakwaan tidak hanya melalui puasa, akhir ayat “la’allakum tattaqun” juga terdapat dalam ayat lain dalam pelaksanaan hukum qishas, ibadah, dan istiqomah dalam jalan islam. Semua akan mengantarkan jalan ketakwaan, takwa yang akan memberikan jalan keluar dari kesulitan – kesulitan yang menghimpit negara kita. Yaitu totalitas takwa dengan menerapkan islam secara kaffah.
Wallahu a’lam