Oleh: Desi Wulan Sari
(Revowriter Bogor)

Anak merupakan sebuah karunia yang Allah berikan kepada orang tua sebagai amanah dan investasi akhirat kelak. Mendidik dengan wawasan agama yang baik, serta membimbingnya hingga menjadi anak yang solih dan solihah adalah kewajiban setiap orang tua.

Era globalisasi saat ini telah membawa dampak luas bagi perkembangan karakter seorang anak. Diibaratkan seperti pisau bermata dua, globalisasi memiliki dua dampak positif dan negatif. Memiliki konsekuensi yang berkompetisi, integrasi, dan kerjasama adalah dampak positif globalisasi. Sedangkan dampak negatif antara lain lahirnya generasi instan, dekadensi moral, konsumerisme, bahkan permisifisme. Selain itu dampak negatif lainnya adalah muncul tindakan kekerasan, penyalahgunaan obat-obat terlarang, seks bebas, dan kriminalitas. Semua hal negatif tersebut berujung pada hilangnya karakter generasi penerus rabbani, dan tentunya berpengaruh pada karakter bangsa.

Maka pendidikan seorang anak harus mulai dibina sejak dini. Selain di rumah pendidikan diberikan langsung oleh orang tua sesuai dengan kadar keilmuan yang dimiliki secara syariat. Dan menjadi tanggung jawab oeang tua untuk mencarikan sekolah ataupun tempat pendidikan formal yang memiliki visi dan misi yang sama. Juga memberikan lingkungan tempat tinggal anak yang baik dalam membentuk karakter yang diinginkan. Setiap orang tua memiliki ide dan pemikiran yang berbeda tentang mendidik anak. Tetapi yang tidak bisa diperdebatkan semua orang tua adalah mendekatkan anak pada keagungan AlQuran.

Sejatinya AlQuran telah memberikan nasihat dan pendidikan Islam kepada anak bagi seluruh keluarga muslim, dalam surat luqman disebutkan sebagai berikut:

1. Jangan menyekutukan Allah

Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku janganlah kalian mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar (Q.S. luqman 13).

Sebagai tonggak dalam mendidik anak, sudah menjadi tugas pendidik untuk menananamkan pada diri anak pengetahuan tentang keimanan, dengan mengenalkan rukun iman dan islam serta hakikatnya dalam kehidupan. Sehingga anak bisa lebih dekat dalam mengenal sang pencipta.

2. Berbakti kepada kedua orang tua

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, dan hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. luqman 14)

Dalam hal ini terdapat nasehat bahwasanya anak harus berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibu yang telah mengandung selama 9 bulan dan menyapihnya selama 2 tahun. Serta ayah yang selalu bekerja keras demi kehidupan anak-anaknya, tugas pendidik dalam poin ini ialah agar mengajarkan kepada anak untuk selalu berbuat baik kepada orang tua, bertutur kata yang baik, tidak melawan perkataan orang tua dan selalu mencintai dan menyayangi orang tua dengan tulus.

3. Berbuat baik kepada orang tua

Dan jika mereka memerintahkanmu untuk mempersekukan-Ku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali, kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. luqman 15)

Maksud dari ayat ini yakni bahwasannya sebagai anak harus benar-benar menaati orang tua dan berbuat baik kepadanya ketika didunia, serta menjauhi saat keduanya menyuruh berbuat yang munkar. Secara filosofis pendidikan karakter merupakan kajian ilmu yang paling rasional dan aktual karena membahas tentang tingkah laku manusia yang tidak lekang oleh perubahan zaman. Sehingga AlQuran sebagai pembentuk karakter anak sudah sangat tepat dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah pendidikan formal seperti sekolah yang menentukan basis pendidikan sinergi antara kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan AlQuran. Seperti Sekolah Islam Terpadu Tahfidz AlQuran, sekolah yang fokus pada pendidikan pembentukan karakter anak didik dalam membentuk generasi-generasi penghafal Al Qur’an.

Dengan bentukan karakter karena kecintaannya pada AlQuran, diharapkan anak-anak didik mampu menjaga AlQuran dengan sepenuh jiwa. Walau basis awal adalah hafalan AlQuran, tetapi keistiqomahan mereka menghafal AlQuran sedini mungkin akan memudahkan mereka kelak untuk mempelajari AlQuran lebih dalam lagi, bahkan mengalamalkan isi Qalamullah dengan ketakwaan pada Allah SWT.

Sejatinya pendidikan Alquran ketika Daulah Khilafah hadir ditengah umat menjadi satu paket pendidikan bagi seorang muslim. Tanpa ada pemisahan antara pendidikan umum ataupuan pendidikan agama. Tidak seperti pendidikan sekuleris saat ini yang membuat kerusakan pada setiap generasi. Penyatuan sistem pendidikan Islam tersebut membuat individu selalu terikat pada tanggung jawab dunia juga tanggung jawab akhiratnya.

Sebagai umat Islam, kecintaan pada AlQuran merupakan satu hal yang mutlak. Karena AlQuran berisi tentang keimanan, syariat maupun akhlak. Tidak ada bagian dari kehidupan seorang anak pun di dunia ini yang terlepas dari AlQuran. Karena Qalamullah sebagai penyelamat diri di dunia dan akhirat. Maka benar, Islam datang sebagai solusi atas kerusakan generasi muda saat, dekati AlQuran maka ia akan membawa keselamatan bagimu kelak. Wallahu a’lam bishawab.[]