INGAT,TIDAK SEKEDAR BERPUASA

Oleh: Ustadzah Yanti Tanjung

Ramadhan itu bulan pendidikan bagi anak-anak, itu yang hendak kita pahami saat ini agar betul-betul serius menjalaninya.Yang diharapkan tidak hanya sekedar mereka mampu berpuasa disiang harinya lalu minta hadiah

Tapi benar-benar anak-anak yang memahami arti dari sebuah ketaatan pada Allah bersama dalam dekapan Ramadhan.Jika mereka mampu menghayati ketaatan tersebut, besar harapan kita di luar ramadhan mereka tetap istiqomah.

Makan sahur sejak hari pertama bukan lagi tantangan yang berarti, justru antusias untuk menunaikan shoum disambut dengan kegembiraan hati. Dan selalu berlomba meraih prestasi di hadapan Ilahi. Sholat lima waktupun sudah jadi kebiasaan setiap hari, dengan ringan dilaksanakan walau banyak yang harus dibenahi, maklum masih dini.

Tantangan Ramadhan kali ini justru godaan mereka setelah sholat subuh tidur lagi, tentunya tidak baik bagi pola hidup nanti.Rasullah saw. melarang tidur hailulah, tidur setelah subuh yang bisa menyempitkan rezki Mencerahkan anak-anak dengan tsaqofah islami, bersiap mencari materi dan strategi agar mereka tidak tidur lagi di pagi hari adalah tugas umi dan abi.

Menyiapkan tsaqofah tentang tidur di bulan Ramadhan, tidur orang berpuasa tidak selalu disebut ibadah bisa jadi tidak berfaedah.Ada tidur yang justru merugikan bagi oarang yang berpuasa, karena dia melewati waktu-waktu berkah untuk tilawah dan belajar tsaqofah.

Alhamdulillah penjelasan singkat itu justru yang berkah, saat itu juga sang anak mencari kegiatan penuh faedah dengan murojaah setiap hari sudah.

Ramadhan ini tidak hanya sekedar melatih anak berpuasa dengan hadiah, lebih dari itu membangun aqliyyah menempa nafsiyyah.Itulah tujuan pendidikan dalam Islam, membentuk syakhshiyyah islamiyyah. Mumpung masih di awal Ramadhan, Mari berbenah.

Wallaahu a’lam bishshowab