Oleh : Lilik Yani

Bulan Ramadhan menjadi istimewa karena Allah memilihnya sebagai bulan turunnya al-Qur’an pertama kalinya.

Al-Qur’an adalah kalam Allah, berisi tentang petunjuk dan pembeda yang benar dan yang batil. Al-Qur’an diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah saw, untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengan harapan agar hidup kita tidak tersesat karena ada pedoman atau petunjuknya.

// Ramadhan Bulan Al-Qur’an //

Permulaan al-Qur’an turun pada bulan Ramadhan. Makanya bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan al-Qur’an.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil. Karena itu barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu… ” (TQS al-Baqarah : 185).

Jadi selain kita diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan, maka ibadah yang harus diprioritaskan adalah membaca al-Qur’an.

// Saat Bermesraan dengan Al-Qur’an //

Jika tidak ada wabah Corona, di setiap masjid maupun mushola terdengar alunan indah dari umat yang taat. Menunaikan tadarus selepas sholat taraweh. Ada yang menggunakan pengeras suara dengan tujuan syiar Islam dan jadi pengingat agar setiap muslim datang memenuhi seruanNya.

Kini tilawah bisa dilakukanbdi rumah atau kantor. Bahkan sambil menunggu antrian atau di kendaraan dalam perjalanan ke kantor ada pula yang tilawah al-Qur’an. Para penjual sambil menunggu gerai dagangannya, juga menyempatkan tilawah al-Qur’an. Subhanallah, menjadi pemandangan yang indah jika setiap umat bermesraan dengan al-Qur’an.

Mereka tahu bahwa di bulan Ramadhan ini Allah melipatgandakan pahala dari amal ibadahnya. Termasuk membaca al-Qur’an. Bahkan setiap hurufnya dinilai sebagai 10 kebaikan. Setiap huruf lho. Bukan setiap kata.
Bisa dibayangkan berapa jumlah pahala yang diraih hanya dengan membaca surat al-Fatehah saja. Ummul Kitab yang selalu kita baca sebelum membaca ayat-ayat lain dari al-Qur’an.

Maka tidak heran jika menyambut seruan ini dengan penuh semangat. Kalau di bulan lain membaca dua lembar saja terasa sudah berat, tapi di bulan Ramadhan, umat antusias membaca al-Qur’an minimal 1 juz perhari karena ingin khatam dalam 1 bulan Ramadhan ini. Bahkan ada yang sehari bisa 2 juz atau 3 juz.

// Kisah Menakjubkan Para Ulama Salaf //

Sahabat Rasulullah saw dan para ulama salaf telah memberi contoh yang menakjubkan ketika mereka berinteraksi dengan al-Qur’an. Mereka berlomba-lomba meraih berkah Ramadhan dengan mengkhatamkan al-Qur’an sampai berkali-kali.

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ustman ra pernah mengkhatamkan al-Qur’an dalam satu rokaat sholat witir ketika berada di hijr Ismail.

Al Aswad adalah ulama kalangan tabi’in mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap 2 malam, sedang di luar Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap 6 hari. (Siyar A’lam An Nubula 4 : 51)

Adapun Qatadah bin Da’amah (ulama kalangan tabi’in) mengkhatamkan al-Qur’an setiap tujuh malam. Apabila bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap 3 malam sekali. Khusus di sepuluh akhir Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam. (Siyar A’lam An Nubala. 5 : 276).

Subhanallah, begitu besar cinta mereka pada ayat-ayat kalam Allah. Hingga dalam setiap detiknya difokuskan untuk bermesraan dengan al-Qur’an.

Tapi Rasulullah tidak mengijinkan jika ada yang mengkhatamkan al-Qur’an kurang dari tiga hari.

“Bahwasanya Rasulullah saw melarang mengkhatamkan al-Qur’an kurang dari tiga hari.” (HR Ahmad).

// Bagaimana dengan kita? //

Saudaraku, selagi masih ada kesempatan. Mari kita maksimalkan karunia Allah ini, dengan mengisi setiap detik Ramadhan untuk beramal sholeh termasuk menambah interaksi kita dengan al-Qur’an.

Mumpung syetan sang penggoda di belenggu. Dengan suasana yang menunjang karena banyak umat berlomba melakukan hal yang sama, mereka juga mau meraih pahala semaksimal mungkin dari setiap huruf yang kita baca. Maka sudah selayaknya kitapun berjuang sungguh-sungguh untuk bisa mengkhatamkan al-Qur’an minimal sekali dalam sebulan.

Saudaraku, karena al-Qur’an berbahasa Arab. Agar kita tahu makna ayat dan mengerti apa isi atau kandungan ayat, maka hendaklah kita luangkan juga untuk membaca terjemah atau tafsir al-Qur’an.

Karena tujuan al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Maka kita harus memahami makna ayat, supaya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saudaraku, mari kita memohon pertolongan Allah, agar bisa bermesraan dengan kalam Allah setiap hari. Tidak hanya di bulan Ramadhan tapi juga harus istiqomah di bulan-bulan lainnya.
Agar al-Qur’an selalu melekat di hati kita, menjadi cahaya yang menerangi setiap langkah perjalanan hidup kita. Hingga kita selamat dunia akherat.

Wallahu a’lam bisshawab

Surabaya, 5 Mei 2020