Olehh: Puji Ariyanti: (Pemerhati generasi)

Wabah corona yang masih gentayangan hingga kini nyatanya berimbas pada seluruh aspek kehidupan. Dampak sosial pandemi ini saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi masyarakat, agar terputus rantai penularan virus-19 sangat berpengaruh pada ekonomi rakyat. Akibatnya perilaku masyarakat yang tidak berperikemanusiaan semakin merajalela.

Seperti dilansir oleh TEMPO.CO (24/4/20), Jakarta. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kriminalitas di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Tren Aksi kriminalitas tersebut antara lain: tawuran, perampokan minimarket dan pembegalan. Tercatat ada kenaikan kasus kriminalitas sebesar 11,80 persen dari pekan ke-15 hingga pekan ke-16 di 2020.

Kerusakan moral di setiap lini terjadi, karena kebijakan pemerintah saat pandemi wabah tidak berpihak pada masyarakat bawah yang sebagian besar kehilangan mata pencaharian. Kebijakan pemerintah hanya berpijak terhadap kepentingan kapitalis-sekuler. Sehingga masyarakat saling gagap dan aparat pun diliputi rasa kurang tanggap dalam menghadapinya.

Kebijakan yang berasaskan kapitalis-sekuler pastilah cara penyelesaiannya berorientasi pada dampak fisik semata.Dalam menghadapi kondisi pandemik saai ini, masyarakat membutuhkan penanganan komprehensif. Hanya Islam yang mampu menghadirkan masyarakat yang kuat iman dan memiliki ketahanan mental dan fisik

Islam yang selalu menunjukkan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang sempurna. Ia mengatur semua hal tak terkecuali di bidang kesehatan. Dalam Islam, kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Dalam hal ini disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Mengatasi pandemi, tak mungkin bisa melepaskan diri dari penyelenggaraan kesehatan itu sendiri.

Islam mengajarkan pencegahan, sehingga mewajibkan kepada kaum muslim untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran (ammar ma’ruf nahiy munkar). Karena hal inilah merupakan pembinaan pola dasar atas sikap seorang muslim, sehingga menunculkan perilaku sehat, baik fisik mental maupun sosial. Keimanan yang kuat dan ketakwaan menjadi keniscayaan, hal tersebut perlu dipupuk sejak dini.

Islam memerintahkan kepada setiap orang untuk mempraktikkan gaya hidup sehat, pola makan sehat dan berimbang serta perilaku makan yang normal.
Allah SWT telah berfirman:
“Makanlah oleh kalian rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah karuniakan kepada kalian” (TQS. An-Nahl [16]: 114).

Dalam hal ini negara memiliki peran untuk senantiasa menjaga perilaku sehat warganya. Negara bertanggung jawab memberikan pelayanan dan kesehatan berkualitas. Hal ini bisa terwujud jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten.

/Tugas dan Kewajiban Negara/
Tugas negara di antaranya adalah membangun rumah sakit, klinik, laboraturium medis, lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) kesehatan, sekolah kedokteran, sekolah perawat, apoteker bidan serta sekolah kesehatan lainnya. Selain itu, menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang handal baik dokter, perawat, tenaga medis dan sebagainya. Negara juga harus memiliki pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan.
Pelayanan kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya ataupun miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara maupun milik umum.

Dengan demikian, apabila terjadi kasus wabah penyakit menular dapat dipastikan negara telah sigap memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, serta mendatangkan bantuan tenaga medis yang handal serta profesional untuk membantu agar wabah segera teratasi.

Demikianlah cara negara Daulah mengatasi wabah pandemik. Masyarakat yang kuat iman akan memiliki ketahanan mental dan fisik untuk menjalani hidup saat kondisi pandemik.

Kehadiran negara sangat dibutuhkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya saat pandemi, dari kebutuhan sandang, pangan, papan serta kesehatannya. sehingga akan tercipta negeri Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur merupakan keadaan negeri yang menjadi dambaan dan impian seluruh manusia dengan menerapkan hukum Allah sebagai asasnya[]

Wallahu’alam Bissawab