Oleh: Alvi Rusyda
(Revowriter Padang)

Menjelang berbuka, keluarga kami berdo’a. Semoga impian dan harapan dikabulkan-Nya. Apalagi di ditengah wabah ini, #stay at home jadi pilihan, demi pencegahan virus Corona di negeri ini. Tentu butuh kesabaran, juga banyak taqarub kepada Allah SWT. Semoga dikabulkan aamiin.
++++

Do’a adalah simbol dari keterbutuhan manusia padaNya. Oleh karena itu, agar do’a benar-benar bisa berfungsi sebagai jalan meningkatkan kualitas kepribadian seorang hamba di sisi Alloh SWT, maka ketika berdo’a harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, berkeyakinan bahwa Alloh SWT pasti mengabulkan permohonannya. Karena bagaimana mungkin seseorang memberikan sesuatu kepada anda, sedangkan anda ketika memintanya penuh keraguan dan ketidakpercayaan. Demikian pula dalam berdo’a, kita harus yakin bahwa Alloh SWT memenuhi permintaan kita. Karena Alloh SWT berfirman dalam hadis qudsi: “Aku mengikuti persangkaan hambaKu padaKu dan Aku bersamanya jika ia mengingat Aku..” (HR. Bukhori). Kalau kita berprasangka pada Alloh SWT 10%, maka Alloh SWT pun akan demikan pada kita. Namun jika kita berprasangka 100% padaNya, maka Alloh SWT, akan mengabulkan 100% pula pada kita.

Untuk itu, agar do’a-do’a kita dikabulkan :
1.Harus memenuhi perintah-perintah Alloh SWT dan RasulNYa serta menjauhi laranganNya.
2.Yang berdo’a harus orang-orang yang beriman kepada Alloh SWT dan suka beramal sholeh.

Kedua, Ikhlas dan istiqomah dalam berdo’a. Ikhlas artinya dalam berdo’a harus ditujukan hanya pada Alloh SWT dan tidak mensejajarkanNya dengan kekuatan para dukun atau paranormal. Sudah semestinya do’a dijadikan wiridan atau aktivitas yang rutin baik disaat kita butuh atau tidak. Baik disaat susah maupun senang tetaplah berdo’a. Bagaikan pisau yang senantiasa diasah supaya tajam baik digunakan atau tidak, maka suatu saat ketika memang dibutuhkannya akan mudah digunakan.

Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu Ta’ala ‘anha mengatakan:

“Mintalah kepada Allah bahkan meminta tali sendal sekalipun.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/42, al-Albani berkata: “mauquf jayyid” dalam Silsilah adh- Dha’ifah no. 1363)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut karena ia sedang meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Ibnu Hibban no. 889, dishahihkan al-Albani dalam Shahih al–Jami’ no. 437)

Dalam hadits lain disebutkan:
“Hendaklah salah seorang diantara kamu sekalian meminta kepada Tuhannya akan segala kebutuhannya hingga meminta tali sandalnya yang putus atau sampai meminta garam sekalipun.” (HR. At-Tirmidzi no. 3604, dalam Silsilah adh–Dha’ifah [1362] al-Albani mengatakan: “hadits ini dhaif”)
Allah Ta’ala memerintahkan segenap hamba-Nya untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah Ta’ala. Sering berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla merupakan indikasi betapa ia hamba yang sangat butuh pertolongan dari-Nya. Orang yang selalu berdoa, dia hakikatnya memperbanyak ibadah kepada-Nya, dan juga seorang insan yang begitu mencintai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa.

Orang beriman akan selalu butuh kepada Allah Ta’ala, ia merasa dirinya tak memiliki kekuatan tanpa bersandar serta bertawakal kepada Dzat Yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Selayaknya, seorang mukmin tidak memiliki sifat sombong dengan meremehkan pentingnya sebuah doa.

Maka inilah prosedur doa yang dicintai oleh Allah. Selain memohon dikabulkannya doa kita, juga menjadi kekuatan bagi umat muslim dalam memohon segala sesuatu kepada sang Khalik.


Dengan kekuatan doa di bulan Ramadan kita memohon, Semoga wabah ini segera berakhir aamiin. Wallahu a’lam bishawab.[]