Oleh : Arifah Azkia N.H (Phsyconom of Syariah)

Aksi keblinger generasi saat ini meyisakkan miris yang teramat mengiris. Bagaimana tidak, semakin banyak bermunculan generasi remaja yang sungguh dipertanyakan moral nya.

Mulai dari joget tiktok dengan pakaian sangat terbuka diiringi dengan lantunan ayat Al-Qur’an, Sholat sambil joget tiktok, prank membagikan sembako berisi sampah-sampah dan batu, kriminalisasi Aisyah RA istri Rasulullah dengan cover lagu dan video yang melecehkan, dan masih banyak lagi.

Ulah remaja yang kian menjadi-jadi tak lepas dari jauhnya pemahaman agama yang bercongkol. Dan rusaknya moral buah dari kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama seakan disisihkan jauh dari segala aktivitas yang dilakukan. Bahkan hukum syara’ teramat tidak diperhatikan.

Kapitalisme yang senantiasa mengedapankan ‘kebebasan’ tidak menjadi heran jika pada akhirnya generasi bahkan tataran pejabat negaranya pun melakukan tindakan miris moral. Tak ayal, kriminalisasi agama pun menjadi sasaran empuk dunia kapitalis yang senantiasa menyerang ajaran islam. Tak sedikit pejabat negara yang menjadi biang pelecehan agama. Menghina dan mencaci Rasulullah, membakar bendera Rasulullah (tauhid), memfitnah dan mengkriminalisasi aktivis islam, membenturkan kewajiban berjilbab, melecehkan Adzan dengan kidung, hingga berusaha merevisi kewajiban puasa dari Allah menjadi boleh tidak puasa disaat pendemi.

Sungguh miris atas miskinnya moral buah dari sistem Kapitalisme ini. Begitulah kiranya ketika hukum islam diabaikan, umat semakin tidak beradab. Melahirkan generasi bobrok bahkan pemimpinnya abai dan tak peduli atas nasib generasi.
Ketika kerusakan terjadi diberbagai lini padahal Allâh Azza wa Jalla sudah mengingatkan dalam firman-Nya:

وضرب الله مثلا قرية كانت آمنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بأنعم الله فأذاقها الله لباس الجوع والخوف بما كانوا يصنعون

Dan Allâh telah membuat sebuah perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang melimpah melimpah dari segenap tem-pat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allâh; Karena itu Semua merasakan untuk mereka pakai-bawa dan berjuang, tentukan apa yang selalu mereka perbuat. ” [An-Nahl / 16: 112].

Berbagai kerusakan moral di atas bila dibiarkan akan merusak negara dan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan. Semua terjadi karena pondasi keimanan lemah dan akhlak yang sangat buruk. Keimanan yang lemah akan mengakibatkan kerusakan moral dan akhlak, menjadikan kehidupan tidak beraturan, mempertegas hawa nafsu, dan mengekor pada kemauan syubhat dan syahwat sehingga terjadi dekadensi moral. Hukum Allâh tidak lagi dijadikan pedoman hidup. Pembicaraan, pola, pembohong, dan kebebasan tanpa mengenal batas, interaksi sosial dan politik, tidak mengakui etika, dan berperilaku, tidak mengenal rasa malu, lebih parah dari pada binatang, karena firman Allah, Azza wa Jalla:

ذرأنا لجهنم كثيرا ولقد من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لا يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam lebih besar dari jin dan manusia, mereka memiliki hati, tetapi tidak dapat digunakan untuk membantah (ayat-ayat Allâh) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak digunakannya untuk melihat (tanda-tanda ikatan Allâh), dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allâh). Mereka itu sebagai hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka adalah orang-orang yang lalai. [Al-A’râf / 7: 179]

/Siapakah yang bertanggung jawab dalam hal ini ?!/

Pemerintah, dan rakyat harus semua pihak harus bertanggung jawab. Dengan mengatur tatanan kehidupan sesuai dengan aturan syariat. Memakai sistem aturan islam yang bersumber dari Allah. Hukum islam dan sistem islam. Karna telah terbukti, Kapitalisme telah gagal dan bobrok untuk di terapkan. Hanya hukum Allah yang mampu mengatur kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Bila syariat tegak dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka suasana kehidupan akan tertata rapi, kejahatan akan bisa diredam, hak-hak hidup berjalan normal dan aman.

Maka, tidak ada cara lain untuk menaggulangi kebobrokan moral selain kembali dengan aturan Allah SWT. Mulai dari pemimpinnya hingga rakyatnya bersegera mengubah sistem aturan manusia dan menjalankan sepenuhnya sistem aturan islam dengan menerapkan sistem islam di muka bumi ini.
Wallahu a’lam bissowab