Oleh: Ustadzah Yanti Tanjung

Ramadhan ini bisa dijadikan arena mengasah kemampuan dakwah anak-anak sekaligus orang tua juga bisa mengecek sejauh mana anak bisa mengungkapkan pemikirannya.

Adalah si bungsu yang masih belajar merangkai kalimat dengan benar dan banyak, memberanikan diri tampil berceramah di hadapan u umi abinya dan saudara-saudaranya. Lama menunggu giliran sebenarnya, akhirnya meminta sendiri mau berceramah. Berani dengan segenap kepercayaan dirinya dia mengambil judul tentang Ramadhan.

Mulailah dia dengan dalil surat Albaqarah ayat 183 berikut dengan artinya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Kelihatannya bungsu mencoba meniru gaya kakaknya dalam berceramah dengan memancing audiens pertanyaan. Atau ini strategi dia saja yang tidak bisa menjelaskan tafsir ayat di atas jadilah dibuat pertanyaan. Audiens kebagian pertanyaan semua, akhirnya yang banyak menjelaskan ya audiens.

Suasana Ramadhan dan sedang menjalani stay at home karena pandemi sangat kondusif untuk dibuat agenda kuliyah ramadhan atau kultum atau ceramah singkat karena Ramadhan,mampu mengkondisikan untuk itu. Kegiatan shalat jamaah bersama di rumah merupakan kesempatan emas menempa anak-anak skill dakwah, harusnya tidak kita abaikan. Karena anak memang sedang termotivasi dengan Ramadhan dan semua kaum muslimin sedang giat-giatnya beribadah , semua terekam kuat dalam benak anak sehingga ketika kita membuat agenda latihan di bulan Ramadhan sangatlah efektif.

Tentu jangan dibuat sesering mungkin, nanti akan menimbulkan kebosanan,buatlah berjeda sepekan 3kali misalkan agar arena kultum selalu ditunggu dan semarak walau berbagai episode kelucuan dan kehebohan diskusi hadir di dalamnya. Yang penting suasana tersebut adalah pengalaman yang sangat berharga untuk sebuah sejarah pendidikan masa kecil anak-anak kita yang kelak selalu dia ingat dan merasa bahagia pernah diagendakan ayah bundanya belajar bicara islam, berceramah layaknya seorang ustadz. Ditambah susana pandemi pula membuat history masa kecil itu bertambah sberkesan.

Adalah Luqmanul Hakim memberikan pelajaaran kepada anaknya untuk berdakwah. Allah abadikan di dalam Alquran agar kita bisa mengambil pelajaran di dalamnya. Banyak orang tua menganggap pendidikan dakwah ini tidaklah penting bahkan meninggalkannya padahal dakwah itu bagian dari pendidikan orang tua kepada anak anak-anaknya. Justru harus dimulasi sejak ananda kecil.

Allah berfirman :

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

Selan perintah mendirikan shalat Luqman juga memerintahkan ananda berdakwah,berani menyeru manusia berbuat ma’ruf dan melarang manusia dari kemungkaran. Jika dalam perjalanan menjalankan ketaatan kepada Allah dan dalam menapaki jalan dakwah ananda mendapatkan musibah dan tantangan dakwah maka bersabarlah. Nah ternyata akktifitas dakwah itu perkara yang penting karenanya materi dakwah bagian dari kurikulum pendidikan dunia parenting.

Pentingnya dimana :

1. Anak belajar mengungkapkan isi kepala dan belajar mengeluarkan semua informasi yang dia ingat yang merupakan pendapatnya.

2. Anak juga belajar mengaitkan satu informasi dengan fakta, mengaitkan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya, mengaitkan informasi yang satu dengan yang lain. Maka disini anak sedang mengasah berpikirnya. Bukan sekedar mengungkapkan informasi atau menyampaikan hafalannya.

3. Anak akan belajar muhasabah diri apakah yang dia sampaikan sudah dia amalkan atau belum dan mendorongnya untuk berkata sesuai amal.

4. Anak belajar saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, ketika bergaul sehari hari dengan orang rumah anak akan mengngatkan isi kultumnya atau kitapun bisa mengingatkan apa yang pernah dia sampaikan. Mengasah kaitan iman dengan amal shaleh.

5. Belajar meningkatkan kecerdasan berbahasa dan mempu mengembangannya dengan kalimat-kalimat yang baru dan tidak itu2 saja.

6. Belajar mencintai agamanya dengan sepenuh hati sehingga dia akan membelanya dengan lisannya.

7. Kondisi ini termasuk bonding yang sangat kuat antara seluruh anggota keluarga karena interaksi pemikiran dan perasaan sedang terjadi.

8. Salah satu transfer pemahaman yang paling efektif masuk ke dalam benaknya dan mudah menerima ketaatan pada Allah swt. Sebab saat ini adalah saat dimana ruhiyyah anak sedang siap dan tinggi.

Ramadhan masih lama kan ? Pandemi entah kapan berlalu karena PSBB nya selalu diperpanjang karena penguasa separuh jiwa menuntaskannya. Bantuan yang ditunggu lama sekalai. Rakyat masih tetap keluyuran dengan alasan menyangkut isi periuk.

Sambil bantu penguasa menyelesaikan masalah dengan menerapkan syariah,mari kita berikan kurikulum belajar berdakwah pada anak-anak kita.

***

*Smart Islamic Parenting (SIP)*
💡💡💡
_”Menjadi orang tua cerdas itu pilihan, Anda tidak sendirian, ada kami yang siap membersamai Anda menemukan solusi seputar pendidikan, keluarga dan parenting.”_
🏩🏩🏩
*Bangun Komunitas Smart Parents di Kota Anda*
📡📡📡
Join Grup WA :
http://bit.ly/JoinSIPIndonesia
📣📣📣
_Menyebarkan info ini lebih baik daripada mendiamkannya dan terhenti di Anda._