Oleh: Desi Wulan Sari
(Revowriter Bogor)


Alhamdulillah, sudah sampai hari ke-17 ramadan kita lalui. Banyak sudah amalan yang telah kita jalani. Sejak awal biasanya kita memiliki rencana ibadah sebanyak-banyaknya dan sebaik mungkin dalam menyambut ramadan. Selain khatam AlQuran, ibadah sholat sunah aemakin di perbanyak, sedekah harta dan ilmu pun ikut andil dalam program bulan penuh berkah ini.


Bagiku, ramadan kali ini juga sebagai momen untuk membina anak-anak lebih mandiri lagi. Seperti ilmu kehidupan, memberi pekerjaan rumah tangga, dan membantu orang tua. Kegiatan tersebut menjadi sasaran kami di rumah saat lockdown kali ini. Intinya adalah mereka diajarkan untuk bisa lebih mandiri sebagai bekal hidup mereka kelak. 


Salah satu hal penting bagi kami adalah ketika mengajarkan ketiga calon pemimpin umat, yaitu mampu memimpin sholat sebagai imam sholat. Inilah yang coba kami ajarkan lebih nokus lagi. Karena waktunya tepat di saat kebersamaan kami semakin lama di rumah, membuat kami memiliki kesempatan untuk meng-evaluasi kenampuan mereka sebagai seorang imam sholat.


Ternyata di era milenial saat ini, orang tua harus mampu mendidik anak-anak lebih maksimal lagi, karena kondisi yang ditawarkan di luar lingkungan keluarga semakin hebat menghantam generasi muda kita. 


Bagi kami menguatkan sisi akidah berupa keimanan dan meningkatan pendidikan skill dalam praktek tata cara sholat yang baik dan benar adalah satu hal yang penting. Terlebih seorang laki-laki adalah calon imam bagi keluarganya, lingkungannya, dan negara di masa depan. 


Maka yang perlu di perhatikan dari seorang imam sholat adalah sebagai berikut: 

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baliq
  4. Laki-laki
  5. Suci dari hadas dan najis
  6. Bagus bacaan dan menyempurnakan rukun salat
  7. Imam tidak sedang makmum pada selainnya 
  8. Benar dan fasih bacaannya sesuai dengan makhraj
  9. Salatnya imam sah menurut mazhab makmumnya

Maka latihan menjadi imam sholat dirumah menjadi satu keharusan. Ditambah melatih kembali bacaan-bacaan sholat ananda di rumah tetap terus dilanjutkan hingga mereka mandiri dan mampu mengusainya dengan sempurna. Inilah monentum ramadan kali ini bagi kami, mengajarkan kemandirian nenjadi seorang imam sholat untuk bekal seorang muslim sejati. Wallahu a’lam bishawab.[]