Oleh: Yanti Maryanti

Kita ingin mengubah kehidupan menjadi lebih baik tapi kita enggan melakukan treatment, kata lain perlakuan atau pergerakkan atau bergerak. Kadang kita hanya menikmati di titik nyaman meski itu menghimpit dan tak ingin ribet pengennya serba instans.

kenyataannya jika kita sudah terhimpit, tertekan menjadi beban, susah sedih, baru kita mencari solusi, seperti apa?

Jika memang itu impian terbesar kita untuk hidup dititik klimaks sesuai dengan harapan kita, kita harus berani berjuang, pantang mundur meski harus berhadapan dengan rintangan.

Tak akan dapat hasil yang gemilang jika tidak kita tebus dengan perjuangan. Apakah sesuatu yang enak atau yang indah akan terlahir dengan sendirinya? Mustahil.

Perubahan tidak terjadi sendiri dan tak datang dari langit secara taken for granted ( menerima dan yakin begitu saja).

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

”Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Al-Anfal [8]: 53).

Cobalah ubah mindset kita, targetnya seperti apa dan tujuannya mau dibawa kemana. Jika itu sudah siap, untuk mempermudah menggapai itu, kita harus berada di lingkungan yang mendukung kita untuk bisa berubah.

Bergeraklah atau berikhtiarlah, jangan takut dengan sesuatu yang baru, suatu saat ada terbiasa toleransi terhadap sesuatu yang baru.

Desain yang begitu indah yang Allah ciptakan untuk makhluk tertentu, contoh kupu -kupu.
Untuk mencapai bentuk yang sempurna mengalami beberapa perubahan, mulai dari telur -larva-pupa-imago( bentuk dewasa kupu)

Jika hewan saja mencapai bentuk yang indah dan sempurna, kenapa kita tidak?
Kita diberi kelebihan akal untuk senantiasa bisa berpikir dan keluar dari pikiran yang buntu dalam menghadapi suatu masalah.

” Selamat menunaikan ibadah puasa.”