Oleh: Warjianah

Di saat pemerintah menerapkan kebijakan PSBB, menutup sementara tempat yang mendatangkan kerumunan banyak orang, seperti mall, toko-toko, PT, Masjid, bahkan acara pengajian. Kini muncul ke anehan di negeri nyata yakni, sebanyak 500 TkA China di kabarkan akan masuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Kebijakan ini menuai tanggapan dari anggota DPD-RI Dapil Sutra, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan,”saat ini pemerintah kita harusnya fokus penanganan pandemi covid-19, abaikan yang menimbulkan polemik”.

Di klarifikasi kembali mengenai ke datangan TKA China oleh Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan Pkk Kementerian Ketenagakerjaan ( kemenaker) Aris Wahyudi, rencana kedatangan 500 TKA China di Indonesia tersebut, ditunda. Alasannya, Indonesia baru saja menerapkan status pembatasan transportasi berdasarkan peraturan menteri perhubungan Nomor 25 tahun 2020. Dengan demikian, dapat di pastikan ke datangan TKA asal China tersebut tidak dalam waktu dekat ini.

Ini menandakan bahwa masih ada peluang mendatangkan TKA China, padahal kebijakan ini seharusnya di tolak. Sebab di negeri sendiri aja, rakyat mengalami PHK besar-besaran. Mereka pasti membutuhkan lapangan pekerjaan untuk menenuhi kebutuhan keluarganya. Namun sikap pemerintan dan para pejabat lebih berpihak kepada negeri tirai bambu itu. Ini menampakkan wajah birokrasi saat ini, bahwa negara masih di bawah cengkraman penjajah.

Sesungguhnya ini tak akan terjadi, jika sistem kehidupan di atur oleh agama islam. Yang mana dalam negara islam di pimpin oleh seorang Khalifah. Tugasnya tertera dalam sabda Rasullah SAW, ” Iman/ khalifah adalah pengurus dan ian bertanggung jawab terhadap rakyat yang di urusnya”.( HR. Muslim dan Ahmad)

Negara islam akan melahirkan sosok pemimpin dan para pejabat yang bertaqwa kepada Allah, mereka akan bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya hingga jaminan tersebut terrealisasikan. Itu karena kesadaran penuh keimanannya, kelak setiap kebijakannya akan di pertanggung jawabkan di akhirat. Negara islam akan memenuhi kebutuhan pokok rakyat berupa pangan, sandang dan papan. Mekanismenya dengan memerintahkan para laki-laki untuk bekerja dan menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi mereka.