Oleh: Usagi Tsukino
(Manusia akhir zaman yang lemah dan hina)

“Dukhon terjadi jika pertengahan Ramadhan jatuh pada hari jum’at. Dan pertengahan Ramadhan tahun ini jatuh pada hari jum’at. Maka diprediksi dukhon akan terjadi di Ramadhan tahun ini.”

Pernah mendengar cerita seperti itu? Pastinya pernah. Dan sering. Sering kita temui video ustad akhir zaman di beranda youtube membahas tentang dukhon dipertengahan ramadhan. Bagaimana respon ummat? Ada yang ketakutan. Cemas. Dan tak memiliki semangat hidup.
Seorang anak laki laki dari guru saya. Dia sangat suka mendengar kajian kajian ustad akhir zaman. Sampai akhirnya muncul sugesti dalam dirinya jika kiamat sebentar lagi terjadi tepatnya di bulan ramadhan. Ketika si ibu menasehatinya untuk mengejar prestasi agar bisa sekolah ditempat terbaik, si anak bilang ” ibu, sepertinya aku gak akan sempat merasakan kuliah, kerja dan menikah. Karena sebentar lagi dukhon akan terjadi. Perang akhir zaman yang dijanjikan juga akan terjadi.”

Hmmm, anak ini adalah satu dari sekian banyak orang yang tersugesti kiamat akan terjadi sebentar lagi ketika mereka dengan intens menyaksikan kajian kajian akhir zaman.
Sebenarnya, kalau mau jujur, kajian kajian akhir jaman itu baik. Sebagai pengingat kita bahwa dunia ini akan menemui masa kehancurannya. Kita diajak untuk mempersiapkan dan menghadapi masa itu dengan terus memperbanyak amal ibadah.

Tapi yang jadi masalah adalah kajian kajian itu terlalu berani memaparkan tanda tanda kiamat dengan rentetan waktu seolah kiamat itu bisa dipastikan waktu kejadiannya dengan mencomot dalil dari hadis hadis yang diragukan ke-shohih-annya. Padahal, malaikat jibril dan Rasul SAW saja tidak tahu kapan waktu tepatnya kiamat terjadi. Sehingga, menyebabkan keresahan di tengah ummat.

Kiamat adalah salah satu rukun iman yang harus kita yakini pasti akan terjadi. Entah kapan itu. Hanya Allah yang maha mengetahui. Oleh karena itu, jika kita membicarakan masalah yang berhubungan dengan aqidah (keimanan), maka kita harus mendasarinya dengan dalil yang qod’i (pasti). Bisa kita ambil dari Al Qur’an atau hadis muttawatir. Kita tidak boleh mendasari pembahasan iman dengan berdasar pada dalil yang lemah. Karena dalil yang lemah tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk kritis menanyakan kepada ustad ustad yang berbicara masalah keimanan salah satunya tentang kiamat dan akhir zaman, dalil apa yang menjadi pijakan mereka? Jika mereka menyampaikan dalil qod’i, maka wajib bagi kita untuk mengimaninya meski akal kita tidak bisa menjangkaunya. Misalnya tentang kehidupan di surga yang penuh dengan kenikmatan atau kehidupan di neraka yang penuh dengan siksa yang banyak dijelaskan di dalam Al Qur’an, maka wajib bagi kita untuk mengimaninya meski akal kita tidak bisa menjangkau seperti apa nikmatnya hidup di surga dan seperti apa dasyatnya siksaan di neraka.

Jangan menelan mentah mentah semua penjelasan yang disampaikan jika dalil yang digunakan masih dipertanyakan keshohihannya. Karena untuk menyimpulkan sebuah permasalahan, kita tidak bisa dengan gampangnya mencomot 1 hadis lalu kita tafsirkan sekehendak akal kita. Menurut pakar hadis, untuk bisa menyimpulkan satu masalah, dibutuhkan penelaahan dari puluhan bahkan ratusan hadis yang membahas 1 masalah yang sama hingga bisa ditarik satu kesimpulan. Apalagi ini menyangkut masalah aqidah (iman). Butuh penelaahan yang merujuk dari puluhan atau ratusan hadis qod’i muttawatir. Tidak bisa hanya bersumber dari satu hadis saja. Dan parahnya hadis itu ternyata statusnya lemah (dhoif).

Temans…
Kiamat pasti akan datang. Dan itu adalah sebuah keniscayaan. Entah hari ini, esok atau lusa.
Wallahu’alam. Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu tepatnya. Kita sebagai hamba Allah yang sangat lemah dan terbatas ini, tak punya keahlian untuk memprediksinya. Sikap yang harus kita ambil adalah mengimaninya dan mempersiapkan amal sebanyak banyaknya untuk menghadapi masa penghabisan dunia ini. Kita memang manusia akhir zaman. Di masa kita inilah tanda tanda kiamat mulai satu persatu ditampakkan. Tapi kita tidak bisa memprediksi secara akurat kapan waktu tepatnya terjadi kiamat.

Sebelum masa itu tiba, sebelum habis waktu kita, mari kita persiapkan diri kita untuk menyongsongnya. Sudah cukupkah bekal amal kita? Mumpung masih ada waktu. Mumpung nyawa masih melekat dalam raga. Mari menumpuk amal yang mendatangkan pahala..