Oleh: Andar dwi

Ibadah Puasa di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan ibadah lainnya. Ibadah Puasa Ramadhan dijanjikan akan langsung dibalas oleh Allah.
Kita mengetahui ibadah Puasa memiliki keistimewaan dibandingkan ibadah lainnya. Ibadah lainnya akan kembali untuk manusia, yaitu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan hingga lebih dari itu. Namun tidak untuk ibadah puasa,. Ibadah tersebut, Allah khususkan untuk diri-Nya, sehingga pahala puasa bisa tak terhingga pahalanya.
Rasulullah SAW bersabda,“ Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman yang artinya: kecuali amalan puasa, amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-Nya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tidak ada bulan penuh berkah dan mulia melebihi Ramadhan, bulan ini menebar rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka dan akan didapati oleh seorang muslim manakala perintah dan larangan Allah telah dipenuhi. Rasulullah bersabda “puasa itu perisai yang dimaksud dengan puasa sebagai perisai adalah puasa menjadi pelindung dan pencegah diri dari berbagai perbuatan dosa”. (HR. Bukhari). Bulan Ramadhan waktu yang baik bagi seorang muslim untuk melakukan pembersihan diri sehingga bersihlah dirinya dari berbagai hawa nafsu yang dapat merusak kepribadiannya.

Orang yang berpuasa diperintahkan untuk menjaga lisan dan perbuatannya berbuat munkar, tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus akan tetapi membersihkan diri dari segala kemaksiatan.

Pada bulan Ramadhan kitab suci Al Quran diturunkan pada malam Al Qodar, pada bulan Ramadhan salah satu amal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah tilawah Al Quran. Rasullullah bersabda “Bacalah oleh kalian Al Quran sungguh Al Quran itu akan datang pada hari kiamat. HR. Muslim.
Allah berfirman “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. QS Al Baqarah: 82
Al Quran diturunkan untuk menjadi petunjuk , penjelas dan bukti, petunjuk untuk membedakan, membedakan kebenaran dan kebatilan antara kebaikan dan keburukan antara terpuji dan tercela, halal dan haram pahala dan dosa.
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. (QS. Al Isra’ : 9)
Sejauh mana hal tersebut terealisasi didalam kehidupan kita?

Seorang muslim yang mengimani Al Quran adalah menerima Al Quran seutuhnya, mengingkari sebagian isi Al Quran sama saja mengingkari seluruh Al Quran. Siapa yang berpaling dari Al Quran akan menanggung dosa besar dihari kiamat. Menerima apa yang ada di dalam Al Qur’an dengan sepenuh hati merupakan tanda keimanan. Janganlah kita termasuk golongan orang yang menolak Al Quran, karena didalam Al Qur’an tidak mengandung keraguan dan kebatilan sedikitpun. Al Qur’an petunjuk yang berasal dari Allah yang Maha Mengetahui segala keimanan kita terhadap Al Quran haruslah kita tunjukkan secara bulat utuh dan menyeluruh. Allah berfirman
“Siapa saja yang mau menggunakan akalnya untuk meemperhatikan alquran niscaya dia akan mendapatkan keyakinan bahwa alquran berasal dari Allah . Allah berfirman “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah”. QS.An Nisa: 82

Al-quran sebagai petunjuk hidup dan solusi kehidupan ,Al Quran diturunkan bukan sekedar dibaca saja namun membacanya harus disertai dengan upaya untuk memahami dan mentadaburi serta menjadikan Al Quran sebagai petunjuk hidup.
Karena itu mempedomani Al Quran tidak akan sempurna kecuali sampai pada kehidupan secara utuh dan totalitas yang berlandaskan Aqidah Islam.
Wallahu A’ lam.