Oleh : Vivin Indriani
(Member of Revowriter)

Tidak terasa hari ini kita telah masuk hari ke dua puluh Ramadhan. Artinya nanti malam adalah persiapan malam ke dua puluh satu. Atau biasa kita kenal dengan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ada yang unik dan spesial dari sepuluh hari terakhir Ramadhan ini, sehingga terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Ramadhan adalah seutama-utamanya bulan di antara bulan-bulan Hijriyah. Namun di dalam bulan Ramadhan sendiri, ternyata ada waktu-waktu yang lebih utama dari seluruh hari di dalam bulan ini. Hari-hari yang utama itu adalah sepuluh hari terakhir sebelum masuk bulan Syawal.

Apa saja yang menarik di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini? Yang pertama adalah adanya malam Lailatul Qadar. Apa itu malam lailatul qadar? Ink adalah malam yang digambarkan sebagai malam yang penuh keberkahan. Beribadah di malam lailatul qadar diberikan jaminan akan mendapat pahala sebanyak 1000 bulan. Jika kita hitung, dalam setahun ada 12 bulan. Maka 1000 bulan artinya 30.000 malam. Sama dengan 300.000 jam, 18.000.000 menit dan 1.080.000.000 detik, atau 1 malam = 83 tahun 4 bulan.

Artinya, jika seseorang memperoleh kenikmatan mendapatkan malam lailatul qadar, kemudian dia beribadah semalam penuh di malam tersebut, artinya dia telah beribadah dengan pahala beribadah selama 83 tahun lebih 4 bulan. Padahal usia manusia di zaman ini belum tentu bisa mencapai delapan puluh tahun. Itupun belum dipotong masa sebelum baligh. Jika estimasi masa balighnya di usia 15 tahun, lalu dia berumur 83 tahun, maka dia baru tercatat melakukan ibadah sekitar 68 tahun saja. Itupun dengan catatan semua amal pahalanya diterima.

Yang kedua, di sepuluh hari terakhir ada keutamaan di mana Allah dan malaikat turun ke bumi sampai terbit fajar. Kita bisa bayangkan malaikat yang diutus Allah turun ke langit dunia ini seperti apa bentuknya. Apalagi dalam riwayat lain diceritakan bahwa para malaikat turun ke bumi dan memenuhinya dengan jumlah yang lebih banyak dari debu. Tentu saja memerlukan berapa tahun cahaya bagi partikel malaikat yang dicipta dari cahaya masuk ke alam dunia.

Kemudian yang ketiga, di malam ini Allah berikan jaminan barangsiapa beribadah di dalamnya, akan mendapat keberkahan yang berlangsung hingga terbit fajar. Artinya di malam itu setiap hembusan nafas adalah keberkahan. Setiap dzikir yang terucap membawa keberkahan. Setiap aktivitas kebaikan bernilai pahala berlipat-lipat seolah manusia beribadah sepanjang hayatnya.

Lalu yang keempat, tanda-tanda keberadaan malam lailatul qadar sesungguhnya bisa dirasa dan dilihat berkat kemuliaan malam itu. Telah disebutkan oleh hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata:, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang (tanda-tanda) Lailatul Qadr, “Malam yang mudah, indah, tidak (berudara) panas maupun dingin, matahari terbit di pagi harinya dengan cahaya kemerah-merahan (tidak terik).

Nah demikian utamanya malam lailatul qadar ini, maka dianjurkan bagi kita untuk mencari keberadaannya. Sangat mudab mencarinya sebab Nabi telah memberi ciri-ciri dan gambaran malam lailatul qadar. Diceritakan oleh Aisyah (RA) bahwa Rasulullah (SAW) mengatakan: “Carilah Malam Qadar di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (Sahih Bukhari: 2017). Maka berarti Lailatul Qadar jatuh pada malam Ramadhan ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Namun, sebagian besar telah menekankan bahwa kemungkinan terbesar ialah pada malam ke-27 Ramadhan.

Jadi mari kita berlomba-lomba memperbanyak amalan di sisa sepuluh hari terakhir Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh keberkahan dan pahala berlipat ganda di masa menjemput 1000 bulan ini. Wallahu ‘alam.

ramadhan2020

revowriter