Oleh: Muflihah Asmad
(Member of Revowriter)

Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan, Bulan di mana diturunkanya Kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia.

Bulan yang sangat dinantikan oleh segenap kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Barang siapa yang beribadah di bulan ini Allah lipat gandakan pahalanya. Di bulan ini dibuka nya semua pintu surga dan ditutup nya pintu neraka.

Alhamdulillah bulan ramadan tahun ini begitu istimewa, karena bertepatan dengan ujian yang Allah berikan untuk kita semua, yakni terjadinya pandemi corona atau covid-19.

Semoga dengan adanya wabah ditengah-tengah umat Islam yang sedang menjalankan syaum ramadan ini, akan semakin menambah kekhususan dan kesabaran kita semua dalam menjalani ibadah kepada Allah.

Karena menjalani ibadah puasa ditengah-tengah wabah ini kita belajar 2 kesabaran yakni kesabaran menahan hawa nafsu selama puasa dan kesabaran menghadapi ujian wabah yang terjadi saat ini.

Karena sesungguhnya manusia akan senantiasa di uji oleh Allah atas perkara yang ia sukai ataupun ia tidak sukai.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 35 yang artinya: ” setiap yang bernyawa akan merasakan mati kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami”.

Dan bagi orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapatkan keberuntungan atas kesabarannya menghadapi semua ujian hidup didunia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-imron ayat 200 yng artinya: ” wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah siap siaga dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung”.

Ramadan merupakan bulan di mana Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, barang siapa membacanya akan memperoleh pahala terbaik dari Allah dan pahalanya akan dilipat gandakan.

Firman Allah dalam surat Al-Qadr ayat 1 yang artinya: ” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an ) pada malam qadr.

Ramadan adalah momentum yang pas agar kita mampu Membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah kita menyadari bahwa musibah yang terjadi saat ini adalah kehendak Allah. Yang harus dilakukan adalah menambah ketaatan Kita kepada Allah meski dalam situasi pandemi sekalipun. Tetap belajar Al-Qur’an, tetap belajar syariat Allah, tetap berdakwa walaupun lewat online dan ibadah-ibadah lainya yang masih bisa kerjakan untuk mendulang pahala di bulan penuh barokah ini

Berikut Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk Membumikan
Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari selama masa pandemi.

  1. Membaca Al-Qur’an secara rutin setiap waktu dg hukum tajwid yg benar dan membulatkan niat untuk bisa menghatamkannya di bulan ini. Sebulan boleh 4 kali, 3 kali, 2 kali atau minimal 1 kali, alhamdulillah jika bisa lebih dari 4 kali seperti halnya dulu generasi para sahabat Nabi.

Pertanyaannya adalah sudah berapa kali kita menghatamkan Al-Qur’an bulan ramadan ini?
Jawab masing-masing dalam hati.

  1. Belajar Memperbaiki bacaan Al-Qur’an nya sesuai kaidah ilmu tajwid dan mengajarkanya kepada orang lain. Yang membaca Al-Qur’an nya masih terbata-bata bisa belajar kepada yang sudah mahir. Atau bisa belajar tahsin lewat online. Karena situasi sekarang sedang pandemi dan tidak memungkinkan kita untuk belajar keluar.
  2. Mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara mempelajari tafsirnya dan membaca Fakta kejadian apa yang terjadi saat ini, yang semua penjelasanya tertera dalam Al-Qur’an.
  3. Mengamalkan isi kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an secara totalitas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal Ini kita tidak boleh memilah memilih ayat-ayat Allah mana saja yang harus diamalkan, yang mudah diamalkan yang sulit ditinggalkan. Tidak seperti itu ya.
  4. Menerima dan mau mengamalkan syariat Allah secara kaffah baik yang bersifat individu, masyarakat bahkan negara.

Semoga dengan Membumikan Al-Qur’an dalam kondisi wabah seperti ini, Allah memberikan rahmat dan ampunanya kepada kita semua dan kelak memasukan kita semua ke surgaNya. .aamiin ya Mujiibassailiin.