Oleh: Atik

Ting tong …. nada wa ku berbunyi kemarin pagi.
“Mah, spuit dan alat pompa sudah sampai. Nanti saya antar kerumah njenengan ya?”
Ternyata peralatan kue yang kupesan sudah datang. Maka, alhasil transaksi terjadi.

Dan,story pun dimulai karena anak-anakku melihat peralatan tersebut. Mereka mulai menyanyi. “Du du duu, ibuu, mari membuat kue!”
“Baiklah. Tapi tidur siang dulu ,ya? Setelah itu kita membeli bahan untuk kuenya.” Jawabku sambil terkantuk-kantuk dan berharap mereka lupa dengan acara membuat kue . Cuaca yang panas saat puasa ini ,membuat badan terasa lemas dan malas keluar .

Tepat pukul 14.30, sikecil pun bangun. Dia langsung menagih janji, “Ibu, ayo membuat kue.Tadi adik mimpi kuenya sudah jadi.” Dan, akhirnya rayuan pulau kelapa yang dia sampaikan manjur. Bahan – bahan yang kami butuhkan untungnya bisa kami dapat ditoko dekat rumah. Mentega, SKM putih, tepung maizena , dan keju cheddar adalah bahan – bahan untuk membuat kue tersebut.

Sampai rumah, tugas sikecil adalah membantu menimbang dan memasukkan bahan ke baskom. Mentega dan susu yang sudah dia masukkan kukocok dengan spatula sampai membentuk krim. Sikecil lalu menambahkan keju parutan ,lalu kuaduk rata. Tepung maizena kami uleni bergantian sampai tercampur rata.

Saatnya mencetak memakai spuit dan pompa, sikecil sangat bersemangat mencobanya. Kami bergantian mencetak dan meletakkan toping. Setelah selesai, loyang berisi cetakan kue semprit pun kumasukkan ke oven yang sudah dipanaskan sebelumnya.

25 Menit kemudian, semprit keju nan cantik sudah matang. Keju toping terlihat kecoklatan namun kuenya kuning cerah. Secara rasa? Dijamin yummy. Cooking class hari ini bersama sikecil sungguh menyenangkan. “Ibuu, kita mencoba membuat nastar yuuk!”

***