Oleh: Yanti Maryanti

Hari yang begitu cepat berlalu, tak pernah ada yang tahu dengan rahasia Allah, pati, Bagja cilaka (bahasa Sunda) atau meninggal, bahagia dan datangnya musibah. Itu terjadi pada siapa saja dan kapan saja, yang Allah kehendaki.

Begitupun yang menimpa kepada kita semua, sampai belahan dunia yaitu pandemi wabah Corona atau C 19. Tak pernah ada yang mengira kan? wabah itu akan melanda dunia. dan merajalela.

Meski kalau kita telaah yang Allah beri itu, banyak hikmah dibalik musibah, yang tidak kita sadari. Salah satunya kita dapat menjalin erat hubungan dengan keluarga.

Lantas bagaimana dengan kewajiban kita untuk beribadah sama yang Kholik, yang Maha memberi segala termasuk menurunkan musibah.

Ternyata Allah tidak mempersulit umatnya termasuk untuk beribadah, bukan karena tempatnya, karena pada saat ini, wabah pandami itu membahayakan, mempercepat siklusnya.

Untuk pemutusan siklus itu, ibadah cukup dirumah saja, berdo’a dimanapun akan sampai. Ada yang menjelaskan pahala yang didapat itu tergantung tingkat kesulitannya.

Hal tersebut sesuai hadis dari Siti Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi:

“Walakinnaha ‘ala Qodri Nashobiki,”

Artinya: pahala amal itu tergantung tingkat kesulitannya

Semoga ibadah kita dirumah ditengah pandemi Corona, yang tidak dapat dilakukan dimasjid, seperti ; sholat wajib ( untuk laki-laki), sholat Jum’at, sholat tarawih, sholat idul Fitri, semoga ibadah dimasa sulit ini, diberikan pahala oleh Allah SWT.

Anjuran MUI, beribadah tetap di rumah saja, tidak mengurangi kekhusukkannya dan terutama keikhlasannya.

sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Zaid bin Tsabit RA:

عَلَيْكُمْ بِالصَلَاةِ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ المَرْءِ فِيْ بَيْتِهِ إلَّا الصَلَاةَ المَكْتُوْبَةَ
“Wahai manusia, shalatlah kalian di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.” [HR. Bukhari dan Muslim] sumber Madani.

Ibadah dirumah sambil berdo’a secara continue artinya jangan pernah terputus, semakin kita dekat kepadanya, semakin ENGKAUPUN akan dekat kepada kita.

Kedekatan kita kepada Allah SWT dan menunjukkan bahwa Allah itu ada seperti apa? Bagaikan hadirnya angin mamiri yang menebak tubuh kita, begitu sejuk rasanya.
Itu tanda kebesaran Allah SWT dimana ciptaan-Nya ada tapi wujudnya tidak nampak.

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf : 16).

“Selamat menunaikan ibadah puasa.”

#“Writing Web Challenge Rumedia –
#Berkarya Meski Pandemi Corona“.
#tintamuslimah
#akudekatengkaupundekat