Oleh: Messy Ikhsan
(Member of Revowriter)

Geram, marah, sedih, kesal, kecewa, semua rasa kehidupan bersatu padu dalam mengaduk kalbuku yang masih murni. Ketika pertama kali aku membaca surat terbuka dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk Presiden Jokowi.

Surat terbuka yang ditulis di Jakarta, pada tanggal 10 April 2020 yang sudah berlalu ditelan masa. Surat yang diberi nama, “Negaraku, Jangan Kalah” itu mampu mengetarkan manusia yang masih memiliki hati dan jiwa. Berisi tentang curahan hati para dokter dan tenaga medis dalam menanggapi kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona yang kian meraja.

Mengingat penyebaran virus Corona yang tiap hari menunjukkan peningkatan yang begitu signifikan di Indonesia. Bahkan, kasus pasien yang terjangkiti positif virus Corona sudah mendera ribuan manusia. Belum lagi pasien yang meregang nyawa akibat terjakiti virus Corona juga kian menggema.

Hal ini tentu menimbulkan rasa khawatir pada diri tenaga medis dalam berperang melawan makhluk super mini bernama Corona. Ukurannya boleh mini dan sederhana, tak bisa terindra oleh mata. Kecuali bisa terindra ketika menggunakan kaca pembesar, mikroskop dan alat lainnya. Namun, efeknya begitu luar biasa dan mampu menundukkan semesta dalam seketika.

Belum lagi ketakutan yang mendera para keluarga tenaga medis di rumah saja. Khawatir jika pasangannya, anaknya, saudaranya, pulang dari rumah sakit membawa virus Corona ke untuk keluarga. Karena, mengenakan perlengkapan melawan Corona yang seadanya. Mulai dari APD (alat pelindung diri), masker, pembersih tangan, sarung tangan, sepatu khusus dan sebagainya.

Meskipun ada APD yang mudah dicari untuk dibeli. Namun, harga yang ditawarkan begitu fantastis dan tinggi. Sehingga tak ada pilihan lain, kecuali mengenakan jas hujan sebagai solusi dini. Namun, apakah jas hujan memiliki kekuatan untuk melindungi diri tenaga medis secara aman dan terkendali?

Bahkan tak jarang, dari pihak tenaga medis yang membuka donasi bagi para relawan yang ingin menyumbangkan hartanya. Untuk keperluan tenaga medis dalam berperang melawan virus Corona. Aku pun berharap, agar pemerintah mampu memberikan pelayanan terbaik untuk para tenaga medis selaku pahlawan tanpa tanda jasa.

Para pahlawan yang ikhlas memberikan kontribusi terbaik untuk negeri dalam berperang melawan pendemi. Bukan malah meminta berdamai dengan makhluk mini ini. Bahkan, mereka rela mengabaikan kepentingan pribadi. Demi kepentingan umat manusia di seluruh penjuru bumi.

Ya Allah,
Berikanlah kesehatan pada tenaga medis kami, keluarga kami, saudara kami, dan seluruh manusia di bumi. Agar terjaga dari penyebaran virus yang super ini.

Ya Allah,
Berikanlah kesabaran dan keikhlasan pada diri pribadi kami. Agar kuat dalam menghadapi ujian ini. Sebagai teguran dari-Mu atas kemaksiatan yang kami lakukan di bumi.

Ya Allah,
Angkatlah pendemi ini agar segera pergi dari bumi. Agar bumi lekas membaik seperti dulu lagi. Agar kegiatan kebaikan bisa berjalan aman dan terkendali. Sehingga banyak hamba yang kembali pada jalan suci.

Ya Allah,
Ampuni kesombongan kami. Maafkan kesalahan kami. Yang menolak diatur dengan syariat-Mu yang murni. Syariat yang tak direcoki dengan logika dan syahwat insani

Ya Allah,
Kami sadar, dan kami ingin kembali ke jalan-Mu yang benar. Kami sadar, dan kami menyesal sudah jauh tersasar di jalan sesat yang melebar.

Ya Allah,
Karuniakan surga untuk para tenaga medis dan para pahlawan tanpa jasa yang syahid di jalan mulia. Limpahkan mereka kenikmatan akhirat yang tiada tara dibandingkan dengan dunia yang fana.

Aamiin Allahuma Aamiin.[]