Oleh: Lelly Hapsari

Menantikan gepakan sayapmu dalam keabadian
Meringkuk menghampiri bayang samar
Sang bayu mendesah menepuk kesunyian
Wangi senja begitu kuat tebarkan aroma

Dalam temaram jingga
Kala sauh nelayan sudah mulai ditebarkan
Semilir riak gelombang
Menyapa barisan terjal karang

Seruling sang ujang menebarkan melodi gundah
Mengapa cinta sesama menjadi punah?
Burung burung camar beterbangan di kaki langit
Bak toping sepotong kue pesta
Varian rasa mewah

Duhai bahagia …
Sejak kapan kau terpisah?
Menyusuri senyap pada rongga hati yang telah lelah
Kosong menjerit menumpahkan segenap isi kepala!

Pada jingga yang mulai pudar warnanya
Adakah pinta untuk kembali bersua
Meski sekedar bayangan yang pernah kucinta
Memeluk hampa
Menuliskan kerinduan pada kertas kosong buram
Yang entah akan kutuliskan dari mana
Dengan ceceran tinta kegelisahan
Bertabur harapan

Dan aku masih terbenam dalam rasa
Yang tak bisa kugambarkan maknanya
Cinta, kerinduan, nestapa …
Di sudut netra
Air bening mengambang
Hingga menetes mewakili rasa

Airmata …