Oleh: Ulul Ilmi

Media Massa ramai-ramai memberitakan tentang kebijakan aneh dinegeri ini. Makin hari negeri ini makin aneh. Karena kebijakannya memang aneh dan ‘nyleneh’. ada apa dengan penguasa dan pejabat negeri ini?

Sebagaimana diberitakan dilaman KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Pasca pencegahan gelombang mudik di delapan titik pengecekkan yang ada dikawasan Jawa Timur sejak 24 April 2020 sampai Minggu, 26 April 2020 sudah ada 1.170 kendaraan luar Jawa Timur yang diminta untuk putar balik. Salah satu titik pengecekkan yang paling banyak dijadikan akses strategis pemudik masuk ke Jatim adalah di jalan tol Ngawi-Sragen-Mantingan.

Untuk memastikan hal tersebut, Minggu siang (26/4), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah melakukan peninjau titik pengecekkan di Tol Ngawi untuk melakukan screening para pemudik.

Sebagaimana diketahui 8 titik pengecekkan arus mudik masuk Jatim dilakukan di perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragenjalur tol, Magetan-Larangan-Sragen jalurtol, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri dan pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Sementara itu disaat pemerintah tengah menggencarkan larangan mudik lebaran, disisi lain justru dimedia sosial berita 500 TKA akan masuk ke Indonesia berseliweran. Ini kan aneh, yang di dalam negeri saja dilarang mudik, malahan yang dari luar negeri diperbolehkan masuk. Sungguh-sungguh kebijakan yang aneh dan membingungkan!

Diberitakan ditirto.id- Pulau Sulawesi telah menjadi “rumah” bagi setidaknya 373 perusahaan tambang. Mereka mengeksploitasi mineral dari seluruh penjuru Celebes-nama lama Sulawesi-yang berada di daerha kepulauan besar hingga kecil dengan total luas area tambang yang besar. Sebagian besar perusahaan mengeksploitasi mineral nikel yang kaya di Sulawesi.

Hingga akhir tahun 2019, sudah ada 11 smelter (pemurnian bijih nikel) beroperasi dan 25 smelter lain dalam proses pembangunan. Dua smelter nikel di antaranya tengah menjadi sorotan karena berusaha membawa masuk 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina, negara episentrum pandemi Covid-19 di dunia.

Kebijakan Aneh

Negara membuat Kebijakan aneh yakni memberikan denda 100 juta bagi masyarakat yang nekat mudik, padahal tidak 100 persen masyarakat salah ketika melakukan mudik karena presiden pun gagal mendefinisikan antara mudik dan pulang kampung. Padahal hakekatnya keduanya memiliki makna yang sama.

Memang benar mudik menyebabkan kerawanan penyebaran virus ke daerah-daerah. Namun pelarangan mudik seharusnya juga diberlakukan untuk orang asing yang mau masuk ke Indonesia. Tidak boleh tebang pilih apalagi pilih kasih.

Banyak kebijakan yang masih pilih-pilih, sebagai contoh, pelarangan hanya berlaku pada masyarakat lokal. Bukan untuk masyarakat internasional. Sebagai contoh bandara domestik ditutup sementara bandara internasional malah dibuka. Sejumlah tol ditutup dan kendaraan dipaksa putar balik, sementara para TKA bisa mudah masuk tanpa disuruh putra balik ke negara asalnya.

Padahal jelas-jelas virus corona asal muasalnya dari luar dan masuk ke Indonesia disebabkan karena adanya peraturan yang “gila” yakni memberikan diskon tiket pesawat promosi ugal-ugalan sektor pariwisata hingga menggelontorkan miliaran rupiah untuk membayar influencer.

Pemerintah Ada Untuk Siapa?

Demikianlah pemerintah memang nampaknya memiliki dua wajah yang saling bertolak belakang. Dengan masyarakat lokal pemerintah pasang muka garang. Namun dengan para TKA bermuka manis, lemah lembut, bahkan mempersilahkan 500 TKA masuk negera lewat sulawesi tenggara. Siapa yang tidak geram coba!?

Telah banyak protes untuk menolak menolak kedatangan para TKA asal Cina. Namun suara rakyat tidak ada artinya, terbuang percuma. Pihak imigrasi tak melarang, pihak menteri ketenagakerjaan pun tidak melarang, presiden pun tidak melarang. Demikian juga Luhut menteri yang sering melontarkan sikap kontroversial, dengan tegas mengatakan bahwa TKA dibutuhkan di Indonesia. Dari sini nampak jelas, kepada siapa pemerintah berpihak?

Padahal jelas sekali bahwa kedatanga TKA Cina akan menjadi momok. Selain semakin memperluas sumber penyebaran virus. Sekaligus sebagai sumber malapetaka bagi politik ekonomi Indonesia. Bagaimana tidak, Ditengah derasnya arus PHK pemerintah dengan tega mendatangkan TKA. Sungguh tak pantas!

Beginikah Sikap Penguasa Pilihan Rakyat?

Ketika ajang pemilu tiba, memang faktanya dibutuhkan modal yang sangat besar. Maka disinila dikatakan bahwa demokrasi merupakan sistem mahal. Karena butuh modal besar untuk melakukan PHP dan pencitraan supaya ada dihati rakyat. Dan ahkhirnya pilihan rakyat jatuh padanya. Sedangkan darimana modal mereka? Usut punya usut ternyata modal besar mereka ada yang didapatkan dari para taipan. Sehingga ketika terpilih dan berkuasa harus memuluskan kepentingan sang pemilik modal.

Sekaligus sebagai ucapan terima kasih kepada Cina yang telah memberikan banyak hutang ribawi untuk modal pembangunan infrastruktur dan ibu kota. Sehingga sebagai konsekuensinya datangnya TKA asal Cina tidak bisa diganggu gugat. Andaikan toh ada pembatalan, itupun hanya sekedar penundaan, yang setiap saat mereka bisa kembali lagi. Bisa jadi ketika kondisi sudah tenang, diam-diam mereka datang.

Selain Itu, jebakan hutang sering dilakukan untuk mengatur kebijakan politik ekonomi negara penghutang. Dan Indonesia berada dalam jebakan itu. Tidak hanya dengan Cina, dengan Amerika pun demikian. Nampak sekali bagaimana peran IMF, ikut mendekte kebijakan ekonomi Indonesia. Ini sudah menjadi rahasia umum.

Saatnya Mulia Dalam Rengkuhan Islam

Sudah saatnya kita akhiri semua bentuk sistem buruk dan merusak ini. Dan beralih kepada sistem Islam yang mulia. Islam diturunkan Allah SWT sebagai sebuah aturan hidup, way of life. Islam mengatur semua aspek kehidupan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang adil makmur dan diberkahi. Dengan aturan Ilahi, yang tiada cacat cela disana sini akan mewujudkan negara yang mandiri. Bukan menjadi negara yang senantiasa menggantungkan diri pada negara kafir harbi.

Sistem Khilafah telah terbukti menjadi sistem yang mulia dan mencapai kesejahteraan dalam rentang waktu yang cukup lama. Sekitar 13 abad lamanya dunia dipimpin oleh Islam. Cahaya Islam bersinar menyinari dunia, keagungan Islam menggema diseluruh penjuru dunia, keadilan Islam dirasakan oleh seluruh warganya baik muslim maupun non muslim.

Subhanallah, Penguasa Islam lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada rakyatnya. Keras dan tegas terhadap musuh-musuhnya. Mengayomi dan melayani rakyatnya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Memegang teguh hukum syara’ dalam setiap kebijakannya. Dan menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan berfikir dalam kepemimpinanya. Beginilah karakter pemimpin Islam yang kita rindukan. Mudah-mudah akan segera terwujud, Daulah Khilafah Islamiyyah ‘Ala Minhajin nubuwah.

Wallahu’alam bi shawab