Oleh: Lelly Hapsari

Semenjak kepulangan dari hutan itu banyak peristiwa aneh yang menimpaku, aku sering sakit sakitan. Kadang panas tinggi hingga menggigil dan berteriak ketakutan, ibu memeriksakan kondisiku ke dokter tetapi keterangan medis menyatakan diriku baik baik saja mungkin kelelahan dengan aktifitas sekolah dan selanjutnya diberikan resep dokter berupa vitamin, obat penurun panas juga anti biotik.

Selama setahun kemudian, penyakit ini menjadi lebih parah lagi. Selain sering mengalami panas tinggi bila tubuh sudah bergetar spontan aku mendesis seperti ular dan merayap di lantai sambil meminta air agar badanku disiram. Kalau sudah begitu embahku yang turun tangan. Beliau mengeluarkan benda benda pusaka untuk menenangkanku, jika ada ayah pasti beliau merukhiyahku. Sungguh dua penanganan yang berbeda. Rupanya ada beberapa jin jahat yang bersemayam dalam tubuhku dan ingin menguasai gerak jasmaniku. Sangat menyiksa!

****

Aku tidak sekedar bermimpi, suatu ketika sakit demamku datang, tiba-tiba ruhku seakan melayang dan terpisah dari raga, aku tidak sedang mati tapi berkelana di alam yang tak pernah ku tahu sebelumnya. Mata ini bisa melihat dengan jelas bagaimana saat badan ini dililit ular yang sangat besar dan bermahkota indah, sedangkan mulut ini terbungkam tak bisa bergerak. Mungkin jiwaku disandra oleh siluman jin ular yang menjijikan, setiap kubuka mataku banyak ular yang berserakkan. Padahal jika orang lain tidak melihat apapun juga dan jika aku melihat ada orang yang tergigit ular dalam imajinasiku maka orang tersebut biasanya akan mengalami sakit yang parah hingga menemui ajal.

Usiaku kian bertambah sensitifitas terhadap aura negatif semakin sensitif saja, saat bangku sekolah dasar sudah mulai kutinggalkan dan melanjutkan SMP. Orang tuaku memilih untuk agar bersekolah Islam yang berdekatan dengan rumah, karena kuatir akan kondisiku yang belum stabil. Padahal cita-citaku untuk masuk di sekolah favorit hampir saja bisa kuraih, nilaiku bagus dan tanpa tes pun aku sudah memenuhi standart. Heran, selama sekolah aku tak pernah belajar tetapi rangking dan nilai bagus selalu kudapatkan bukan dari nyontek lhooo … tapi entah datangnya dari mana jika saat merasakan kesulitan mengerjakan soal soal ulangan, tiba-tiba jawaban itu muncul begitu saja sudah tergambar di depan mata, seperti melihat layar Lcd milik ayah.

Teman-teman baruku banyak tetapi mereka sering memanfaatkan aku untuk meramal nasib mereka, dan selalu kutolak. Karena memang aku tidak tahu sama sekali atas hal itu. Pernah satu kelas gempar karena ulahku yang spontan, saat ulangan biologi mata pelajaran yang di pegang guru killer pak Ruslan. Sedang asik kami belajar tiba+tiba aku melihat sosok pocong yang melompat ke arah guruku itu, spontan aku berteriak “awas pocong …!” Seketika ruang kelas menjadi riuh dan semua murid berlari keluar ruangan tak terkecuali juga dengan pak Ruslan guru yang berkumis tebal larinya paling duluan.

Bukanlah mudah bagiku untuk sekedar menghindari bisikan-bisikan aneh dan suara berisik yang tidak sewajarnya, mendengar sayup-sayup suara terkekeh atau bahkan tawa terbahak yang melengking. Sekelebat penampakan makhluk yang tak seperti biasanya. Awalnya aku sangat ketakutan, sering di cekam rasa takut hingga aku dianggap orang yang gak waras sering berbicara sendirian padahal aku sedang berbicara dengan yang ternampak pada mataku, meskipun tidak ada orang lain yang melihat lawan bicaraku tetapi memang pada faktanya demikian.

Bersambung