Oleh: Messy Ikhsan
(Member of Revowriter)

Di antara cap buruk yang sodorkan oleh penjajah Barat kepada aturan Islam adalah bahwa Islam tidak memperhatikan posisi perempuan, mengekang ekspresinya, zalim dan meletakkannya sebagai manusia urutan kedua yang terbatasi dalam posisi kaum Adam serta hidup penuh dengan kesengsaraan. Perempuan Islam pun diidentikkan sebagai perempuan kuno dan terabaikan dari realita kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka mengatakan, bahwa Islam adalah kendala serius bagi pengagung persamaan gender.

Padahal Islam merupakan agama yang menebar rahmat bagi seluruh alam. Islam yang berasal dari Allah untuk menjadikan akhlak manusia yang baik dan merinci aturan yang mencakup seluruh bidang kehidupan yang menjadikannya lebih makmur dan sejahtera. Sungguh Islam mempunyai pedoman yang lengkap sebagai ruang penjagaan kepada para perempuan untuk meniti kehidupannya secara nyaman dan aman. Sebab sesungguhnya perempuan muslimah memiliki posisi yang strategis dalam Islam dan memberikan efek yang berpengaruh dalam kehidupan individu muslim. Dia akan menjadi lembaga pendidikan pertama dalam mencetak generasi muda yang shalih dan shalihah, ketika dia berpegang teguh pada petunjuk buku manual Allah dan Rasulullah. Sebab berpegang dengan keduanya akan menghindarkan individu muslim dan muslimah dari berbagai bentuk penyimpangan dalam semua aspek.

Sejarah pun telah mengabadikan dokumen-dokumen penjagaan Islam terhadap kemuliaan perempuan. Tidak hanya dalam bentuk pengaplikasikan sistem dari Allah, dulu pada masa kepemimpinan Islam pernah seorang Khalifah mengutus tentara spesial hanya untuk melindungi kemuliaan seorang perempuan. Suatu hari ada seorang Muslimah Arab yang ingin belanja ke pasar. Pada saat yang bersamaan ia membeli sesuatu di tempat belanja. Karena iri pada umat Muslim, Yahudi itu berniat ingin melakukan pelecehan terhadap perempuan itu dengan mengikatkan ujung baju perempuan itu sampai saat ia bergerak nampaklah auratnya. Memandang hal itu kaum Yahudi tertawa bahagia sembari mengejeknya. Seketika perempuan itu pun berteriak meminta bantuan. Seorang Muslim yang saat itu menengok menjadi kesal. Dia memukul orang Yahudi itu dan menghabisi nyawanya. Pembunuhan itu memancing kemarahan Yahudi yang lain hingga si Muslim itu pun ikut merenggang nyawa. Pertingkaian berujung terjadi antara kaum Muslim dengan kaum Yahudi.

Terdengarlah berita ini pada Rasulullah SAW. Yahudi Bani Qainuqa telah benar-benar membenci umat Islam bahkan telah percaya diri melecehkan kehormatan perempuan Muslimah. Rasulullah SAW pun segera meminta untuk menangkap kaum Yahudi tersebut dan meminta untuk membunuh semuanya. Namun, kaum Yahudi memohon untuk di. Akhirnya Rasulullah SAW mengiyakan permohonan mereka hingga mereka seluruhnya tidak boleh menginjakkan kaki di wilayah Madinah dan bergegas menuju perbatasan Syam.

Seperti itu tindakan bijak Rasulullah SAW terhadap semua usaha yang menghina umat muslim termasuk perempuan muslimah. Cerita ini bermaksud bahwa kemuliaan perempuan wajib dilindungi. Segala usaha dan upaya akan diperbuat oleh institusi Islam termasuk dengan mengutus pasukan. Pasukan dikerahkan untuk meniadakan tantangan nyata yang menyebabkan kemuliaan perempuan dihinakan.

Pengutusan pasukan untuk menjaga kemuliaan kaum perempuan sebaiknya bukanlah sesuatu yang rumit. Malah menjadi keharusan bagi institusi Islam dan Kaum Muslim sekarang ini untuk melaksanakan sebisa mungkin.

Namun hari ini sistem kapitalisme membelenggu kehidupan masyarakat di segala aspek kehidupan. Khususnya perempuan, dalam sistem sekularisme suka tidak suka harus tunduk pada hukum yang salah dari ajaran agama. Perempuan dituntut bekerja untuk melengkapi kebutuhan hidup yang semakin menjerit. Perempuan dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, bekerja dengan upah yang sedikit.Perempuan dalam sistem kapitalisme sering sekali menjadi target tepat untuk kejahatan, dihabisi nyawa, dianiaya dan diabaikan.

Oleh sebab itu kehadiran kembali Khilafah Islamiyah adalah suatu kebutuhan yang mendesak. Menjadi perisai untuk menjaga kemuliaan perempuan. Mari rapatkan barisan untuk menggapai janji Allah. Semoga segera Allah perkenankan. Insyaa Allah.