Oleh Puji Yuli

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa virus Covid-19 tidak akan pernah hilang dan akan ada dalam waktu yang lama (bbc.com, 13/05/2020). Peringatan dari WHO itu bagaikan mimpi buruk bagi semua orang yang berharap agar virus ini segera menghilang.Termasuk negeri Indonesia ini berharap agar wabah virus corona segera berakhir dan kehidupan bisa berjalan secara normal.

Kehidupan manusia jelas berubah karena pandemi virus corona ini. Beberapa provinsi dan kabupaten di negeri ini menerapkan kebijakan social distancing maupun PSBB agar bisa memutus penyebaran virus corona. Pandemi virus corona ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian, kesehatan maupun sosial masyarakat di beberapa wilayah di negeri ini. Terutama di wilayah yang sudah menerapkan PSBB maupun wilayah zona merah pandemi ini.

Ternyata iuran BPJS bakal naik lagi di tengah pandemi virus corona. Dimana, penguasa tetap dengan pendiriannya untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi virus corona. Kenaikan iuran BPJS itu akan diberlakukan per Juli 2020. Apakah kenaikan iuran BPJS itu bisa dilakukan di tengah pandemi virus corona yang melanda rakyat negeri ini?

Ternyata pada faktanya di tengah ganasnya virus corona yang mewabah dan sulitnya ekonomi akibat pandemi, presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan peraturan presiden nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas perpus nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan. Beleid yang diteken presiden Jokowi pada selasa (5/5/2020) Ini menjadi dasar pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Rencananya kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 juli 2020.(https://www.kompas.com. Iuran BPJS Naik, Musibah di Tengah Wabah, senin 18/5). Kenaikan iuran BPJS di tengah pandemi virus corona efektifkah?

Hal itu bisa terjadi di negeri ini yang menggunakan sistem kapitalisme dan liberalisme. Sehingga kesehatan itu sebagai komoditas dalam menunjang perekonomian negeri ini. Dimana, sektor kesehatan itu bisa dikelola oleh pihak swasta . Padahal kesehatan itu merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat negeri ini. Apakah bisa efektif iuran BPJS dinaikkan di tengah pandemi virus corona?

Dalam Islam, sektor kesehatan itu disediakan dan dilayani oleh negara bagi masyarakat. Negara akan menjamin kesehatan rakyatnya baik waktu ada pandemi virus corona maupun saat kondisi normal. Dalam Islam, negara akan memberi pelayanan kesehatan terbaik dengan biaya rendah bahkan gratis kepada masyarakatnya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW maupun oleh sahabat Umar bin Khatab dalam mengatasi wabah penyakit thaun. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan iuran kesehatan yang mahal karena negara menjamin penuh sektor kesehatan.

Begitulah gambaran yang sangat bertolak belakang antara sistem Islam dengan kehidupan di sistem kapitalisme sekarang. Dalam sistem kapitalis, kesehatan tanggung jawab tiap individu sedangkan di sistem Islam kesehatan merupakan tanggungjawab negara karena dianggap merupakan bagian dari kebutuhan pokok manusia.

Tidakkah kita merindukan sistem Islam yang begitu mensejahterahkan? Sudah saatnya kita mengganti sistem yang ada dengan sistem yang shahih (Islam), sistem yang berasal dari sang pencipta jagad raya (Allah SWT). Sistem Islam hanya akan bisa diterapkan secara sempurna dalam naungan khilafah ala minhajin Nubuwwah.
Wallaahu a’lam bis Asshowaab