Oleh: Maman El Hakiem

Karakter ekonomi kapitalisme itu apa? Gak mau rugi. Dalam kondisi normal atau abnormal, harus selalu untung,tidak boleh buntung,sekalipun harus mengorbankan banyak orang. Prinsip dasarnya,segala sesuatu telah ada nilai tukarnya atau harga. Manusia bekerja sesuai harganya, jadi tidak ada urusannya dengan kesehatan dan keselamatan jiwa, sekalipun di tengah pandemi. Roda bisnis mereka harus berputar, saham harus bergerak, para pialang proyek harus tetap berlalu lalang.

Keadaan wabah bagi kapitalis merupakan musibah jika sampai menghentikan bisnis, apalagi mematikan bursa saham. Bisnisnya bukan pada sektor riil, tetapi non riil dalam aktifitas pasar modal. Jadi, karena wabah mereka menghadapi situasi kritis yang menbuat detak jantung usahanya terhenti. Sadar berada pada titik kritis, ide new normal sengaja dipaksakan, padahal fakta kurva infeksi virus terus menaik saat masyarakat terpancing isu normalisasi.

Ketidakpekaan penguasa pada nasib rakyat kecil, bukti bahwa sistem kapitalis neo liberal hanya berpihak pada kepentingan para pengusaha, pengeruk keuntungan materi semata. Kebebasan dalam kepemilikan dan pemanfaatan harta secara haram telah mengelabui hati nurani penguasa yang sejatinya harus mengurusi rakyat, bukan bisnisnya para konglomerat semata.

Ide new normal atau pola hidup baru dalam kamus kapital liberal adalah berjalannya kembali usaha-usaha penyumbang pajak yang besar seperti mall, area wisata, hotel dan lainnya. Yang selama ini justru menjadi titik kerumunan yang sangat rentan penularan virus. Inilah bukti menyerahnya penguasa yang tak sanggup melawan corona. Jargon bersatu melawan corona, dilupakan begitu saja setelah tahu banyak sekali kerugiaan negara karena harus menanggung biaya hidup jutaan rakyat miskin yang terkena dampak covid-19.

Dalam hitung-hitungan rezim ini, jika situasi terus dibiarkan begini,tidak ada cara lain harus kembali normal, pajak harus digenjot, sumber pendapatan negara yang baru harus segera dicarikan, selain pajak sudah pasti utang baru. Bagaimana cara mendapatkan utang baru? Syaratnya begitu mudah, cukup negara memberikan kemudahan dan kenyamanan investor asing meraup untung sebesar-besarnya di negeri kaya raya ini. Sementara kondisi usaha mereka di tengah pandemi saat ini lagi hancur-hancuran, maka agen penguasa harus membuka kran aktifitas bisnisnya.

Andai saja negeri ini mau bersabar dengan musibah yang dialaminya, mau mencoba menerapkan syariah secara kaffah dalam menangani wabah, maka hidup ini akan segera normal dalam arti sebenarnya.Karena hikmah dari puasa Ramadan yang telah dijalani, jika itu dianggap sebagai sesuatu yang dianggap “abnormal” dalam pola makan, maka kembali normal bukan berarti kembali ke pola makan sembarang, harusnya lebih teratur agar puasa yang menyehatkan itu benar-benar terbukti. Tinggalkan makanan yang haram, pola makan berlebihan, ganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan Islami. Karena kita telah berhasil melewati masa inkubasi, saatnya perubahan dari sistem jahat neo liberal menuju era baru penerapan syariah secara kaffah.

Wallahu’alam bish Shawwab.