Oleh: Umi Rizkyi (Komunitas Setajam Pena)

Ramadhan telah usai, lebaran pun telah berlalu. Sebagai seorang muslim tentunya semangat ramadhan sangat menggebu dan menggelora ketika penyambutan bulan ramadhan apa lagi tepat pada bulan ramadhan. Semua orang berlomba-lomba fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mulai dari memperbanyak ibadah, dzikir, shalat, sedekah, bertadarus hingga memaksimalkan dirinya dalam beribadah di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, demi meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Sungguh sangat disayangkan jika spirit yg menggebu-gebu dan menggelora hanya pada bulan ramadhan saja. Hendaknya itu juga berlanjut di sebelas bulan mendatang sampai ramadhan tiba lagi. Kita harus menjaga dan mempertahankan spirit ramadhan di sebelas bulan setelahnya. Harus istiqomah dalam beramal. Seperti firman Allah SWT yang artinya ” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ” TQS Al Baqarah ayat 183.

Dari ayat di atas jelas bahwasanya, jika berpuasa adalah hal yang mengharuskan kita menjadi orang yang bertaqwa. Taqwa disini adalah taat, patuh dan tunduk kepada hukum Allah SWT. Apapun itu, standarnya adalah sesuai ridlo Allah. Sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tidak beriman sebagian aturan Allah dan ingkar terhadap sebagian hukum Allah yang lainnya. Solat rajin tapi masih suka sukudzon dengan orang lain. Puasa di bualn ramadhan bahkan puasa sunah, tapi masih bergelimang dengan muamalah ribawi. Taat dan tekun beribadah tapi tidak baik kepada tetangga.

Islam sesunguhnya mengajarkan kita agar masuk Islam secara kaffah. Tidak mengambil sebagian hukum, dan meninggalkan sebagian hukum yg lainnya. Begitulah seharusnya yang kita lakukan, baik didalam bulan ramadhan ataupun bulan-bulan setelahnya.

Dari sini, jelas kunci utama mempertahankan ketaatan dibulan ramadhan dibulan-bulan setelahnya adalah istiqomah. Sesuai firman Allah SWT yang artinya ” Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘ Tuhan kami adalah Allah ‘ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu”.

Adapun lima tips untuk mempertahankan spirit ramadhan, yaitu :
1) Mengingat kematian dan tempat kembali nanti hanyalah kepada Allah. Jika kita senantiasa mengingat kematian, ajal tak ada yang tahu. Dalam kondisi apa, keadaan bagaimana, dan sedang melakukan apa, maka kita akan senantiasa menjaga diri dari perbuatan maksiat dan dosa.

2) Menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai satu-satunya yang ditaati secara mutlak. Sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim meletakkan segala sesuatu yang kita lakukan standarnya adalah hukum syara. Kalau sesuai syara kita lakukan, sebaliknya jika tidak sesuai syara kita tinggalkan.

3) Mentaati perintah Allah, tanpa memisahkan satu hukum dengan hukum yang lainnya. Misal, solat itu wajib dan menutup aurat bagi muslimah itu wajib maka harus sama-sama dikerjakan. Tidak menunggu nanti atau pun tapi. Yang penting shalat dulu, menutup aurat nanti saja kalau sudah nikah, kalau sudah lulus kuliah, kalau sudah punya anak dan lain-lain. Taat pada hukum Allah tidak usah menunggu tapi, tapi nanti kalau saya berhijab dan menutup aurat nanti jadi nggak cantik lagi, tapi saya nanti nggak disanjung orang yang melihat saya dan lain-lainnya.

4);Bersabar dalam ketaatan, tidak bisa dipungkiri bahwa taat itu sangatlah membutuhkan kesabaran. Menghadapi segala macam ujian dan cobaan dengan sabar. Sabar mengahadapi dan menahan hawa nafsu, menekan ego kita, menjaga kestabilan emosi. Semua itu sangatlah membutuhkan yang namanya sabar.

5) Tetap beramal meskipun sedikit. Dibulan ramadhan kita berlomba-lomba beramal dan bersedekah dengan sangat mudah dan bisa juga dalam jumlah banyak , karena dibulan itu segala macam amal kebaikkannya akan diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Sehingga di hari diluar bulan ramadhan, hendaknyq kita beristiqomah mempertahankan kebiasaan kita untuk bersedekah, walaupun sedikit jumlahnya.

Dengan demikian, semoga kita bisa mempertahankan dan menjaga keistiqomahan kita di bulan ramadhan ke bulan-bulan setelahnya. Agar kita tidak menjadi orang yang merugi, baik di dunia terlebih lagi di akhirat kelak. Sesuai firman Allah SWT yang artinya ” Dan di antara mereka ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebaikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.