Oleh : Widya Fauzi
(Member of Revowriter)


Mendidik anak dengan cinta adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan. Berbeda halnya bila kita memilih mendidik anak dengan ancaman. Perjalanannya nampak singkat, anak dengan cepat akan mematuhi setiap perintah kita namun kita tidak pernah tahu seberapa dalam luka yang tertoreh di lubuk hatinya.

Untuk dapat mendidik anak dengan cinta tentu kita sebagai orang tua harus mengetahui dimana sumber cinta tersebut. Agar saat tanki-tanki cinta dalam diri mulai habis kita tahu kemana kita harus mengisinya.

Cinta Allah adalah cinta yang murni dan tak kan pernah habis. Sedangkan cinta pada selain Allah adalah cinta penuh syarat, pamrih dan berbatas waktu. Hal yang mengkhawatirkan adalah ketika rasa cinta kepada selain Allah melampaui besaran cinta kita kepadaNya. Hal inilah yang akan membuat kita terjebak pada kesyirikan yang halus namun fatal. Bukankah Allah sangat pencemburu?

Maka dari itu, cinta kita pada diri sendiri, suami, orang tua, anak, harta bahkan dunia dan seisinya seharusnya bersumber dari cinta kita kepada Allah. Jangan sampai cinta kita pada selain Allah lebih tinggi dari cinta kita kepada Allah. Inilah tanda iman yang benar.

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (Qs.Al-Baqarah: 165).

Jika kita menginginkan diri kita, rumah tangga kita dan pendidikan anak-anak dapat dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Maka kita perlu mendidik diri dan keluarga kita untuk mencintai Allah terlebih dahulu. Jika kita mencintai dan memuliakan Allah maka kemuliaan itu akan kembali pada kita. Namun sebaliknya jika kita tidak mencintai Allah maka hal tersebut tidak akan mengurangi kemuliaan Allah. Jangan sampai orang tua kehilangan ketegasan untuk mengatakan kebenaran kepada anak. Jangan sampai karena alasan cinta yang tak tepat, orang tua membiarkan saja anak berbuat dosa dan malu untuk sekedar mengingatkannya.

Mencintai Allah melembutkan hati. Mencintai selainNya hanya akan mengeraskan hati. Karena sumber cinta adalah Allah, maka sudah seharusnya kita senantiasa berusaha mengejar cintanya Allah bukan cinta yang lain. Wallahu’alam bish Shawab.