Oleh: Puji Yuli

Negeri ini tengah bersiap untuk menyongsong era New Normal Life. Dimana, wabah pandemi Covid 19 ini belum menurun kurvanya. Ini bisa dilihat dari jumlah ODP, PDP ataupun orang yang terinfeksi virus corona semakin meningkat . Saat ini beberapa daerah masih berada di zona merah dan PSBB. Pandemi virus ini terjadi pada orang dewasa maupun pada anak anak. Siapkah kita saat ini menyongsong era New Normal Life saat pandemi virus ini belum mengalami penurunan yang signifikan?

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta Kemendikbud dan Kemenag terus mengkaji langkah pembukaan sekolah pada 13 Juli 2020. Langkah pembukaan sekolah ini dikhawatirkan mengancam kesehatan anak karena penyebaran virus corona (Covid 19) belum menurun. Bahkan kasus covid 19 pada anak di Indonesia cukup besar dibandingkan dengan negara lain. Retno mengungkapkan dari data kementerian kesehatan terdapat sekitar 831 anak yang terinfeksi covid 19 (data 23 Mei 2020). Usia nama yang tertular itu berkisar 0 – 14 tahun. (https://nasional.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220225/831-anak-terinfeksi-covid-19-kpai-minta-pembukaan-sekolah-saat-sudah-nol-kasus).

Pandemi virus corona ini belum mengalami penurunan dan belum ditemukan vaksin covid 19 hingga saat ini. Apakah kita saat ini siap menuju New Normal Life dalam waktu dekat ini. Dimana pandemi virus corona alias covid 19 ini belum menurun. Bahkan jumlah yang terinfeksi covid 19 semakin meningkat dan menyebar juga pada anak anak.

Sebaiknya kita perlu menjadikan Islam
sebagai rujukan dalam menangani wabah virus corona seperti yang terjadi pada masa Rasulullah SAW dan masa Umar bin Khatab dalam menghadapi wabah penyakit tha’un. Selain itu, Islam juga memberikan petunjuk kepada kita bagaimana menghadapi masa setelah wabah berakhir. Hal ini perlu dilakukan agar kita bisa siap menuju New Normal Life dan bisa bebas dari covid 19.