Oleh: Umi Rizkyi ( Komunitas Setajam Pena )

Covid-19 hampir empat bulan menjangkiti dunia, bahkan di negeri kita tercinta ini masih menunjukkan pandemi dengan kurva kasus terinfeksi Covid-19 masih tinggi, belum ada tanda-tanda bahwa kurva epidemi terjadi di Indonesia.

Maka dari itu, hendaknya kita sebagai umat Islam yang senantiasa ingin dan mengharapkan segala ujian dan cobaan Covid-19 ini segera berakhir. Agar kita semua menjadi lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini. Hidup di era kapitalisme ini penuh dengan perjuangan, berjuang untuk hidup, untuk menyekolahkan anak, untuk mendapatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan dan lain sebagainya.

Dengan adanya Covid-19 ini, hendaknya kita bisa lebih cerdas, cerdik dan cemerlang dalam berpikir. Memanfaatkan akal yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Maka, marilah kita menjadi umat yang kritis dan mau berpikir. Kritiis akan keadaan yang ada, tidak hanya tinggal diam dan berpangku tangan saja dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Kita harus memanfaatkan kesempatan dan umur panjang yang telah Allah berikan kepada kita dengan mau berpikir, sebenarnya ada apakah dan harus bagaimana kita sebagai umat Islam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Ternyata kalau kita mau kritis sedikit dan mau berpikir tajam dan cemerlang, maka dengan adanya Covid-19 ini kita banyak dididik untuk taat pada syariat Islam. Yang senantiasa taat dan patuh kepada Allah dan RosulNya. Adapun hikmah dan pesan yang tersirat dan tersurat oleh asanya Covid-19 ini adalah sebagai berikut;

1) Mendidik manusia pada umumnya dan seluruh kaum muslimin pada khususnya. Agar kita memakan makanan yang baik dan halal. Bukankah munculnya Covid-19 ini karena tingkah laku manusia yang rakus dan diluar nalar hingga memakan sesuatu yang buruk, menjijikan dan bahkan ekstrim untuk disaksikan. Misalnya, manusia memakan kera, babi, katak, buaya, ular dan sebagainya. Seperti yang telah Allah perintahkan dalam Al-Qur’an pdi surat Al-Baqarah ayat 168.

2) Dengan adanya Covid-19 ini mengajarkan kita sebagai muslimah untuk senantiasa menutup aurat. Kita telah menyaksikan bahwa tenaga medis, dokter, perawat, sopir ambulan dan bahkan pengurus jenazah yang terinfeksi Covid-19 harus menggunakan APD lengkap. Tak ada satupun auratnya kelihatan dan nampak dilihat oleh orla. Ini mengajarkan kita untuk taat pada Allah dalam firmanNya di Al-Qur’an surah An Nur ayat 31 dan Al-Qur’an surah Al Ahzab ayat 59.

3) Kita sebagai seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga lisan kita. Bukankah adanya Covid-19, adanya tuntutan untuk memakai masker menunjukkan kita agar kita senantiasa menjaga lisan kita. Adapun hadist Nabi Saw yang artinya ” Keselamatan manusia tergantung pada kemampuan menjaga lisan ” HR. Al Bukhori.

4) Jangan adalagi yang namanya pergaulan bebas. Bukankah sosial distancing dan psycal distancing yang digunakan saat ini ada dalam Islam. Tidak bersalaman ke bukan mahkramnya. Menjaga jarak. Tidak bergoncengan atau berduaan, menjaga pandangan dan lain sebagainya.

5) Jangan malas ke masjid. Karena dengan adanya Covid-19 ini, tempat yang paling banyak dirindukan oleh kaum muslim adalah tempat ibadah, seperti masjid, mekkah/ tanah suci, ka’bah dan lainnya. Di mana, tempat itu dijadikan tempat untuk memohon dan berdoa kepada Allah SWT.Ketika pandemi Covid-19, semua tempat ibadah ini ditutup. Dengan dalih, menangani penyebaran Covid-19. Bahkan ketika mungkin saudara, orang tua, anak, suami, istri, tetangga dan semuanya meninggal dengan terinfeksi Covid-19 tidak bisa lagi disolatkan di masjid secara beramai-ramai seperti biasanya.

6) Jangan pernah lagi kita abai terhadap rumah. Baik kepada anak-anak kita, suami kita, istri kita, orang tua kita. Jangan abai terhadap aktifitas dan rutinitas anggota keluarga. Saling mendukung, tolong menolong dan bekerjasama dengan baik. Bukankah adanya Covid-19 ini mengajarkan kita untuk lebih banyak tinggal di rumah?

7) Hindari diri kita dari sifat sombong, angkuh dan serba bisa. Ternyata Allah menunjukkan kekuasaan Nya dengan menciptakan makhluk yang tak kasat mata, bahkan ukaurannya sangat amat kecil tapi mampu membinasakan manusia. Siapapun dia, baik tua muda, muslim maupun non muslim, pejabat rakyat, pengusaha, kaya miskin semuanya bisa terkena. Maka dari itu, hendaknya kita jauhi sifat sombong ini.

8) Mendekatlah kepada Allah. Saat ini, siapa yang mampu menolong dan menyelamatkan diri kita kalau bukan Allah sang pemilik jiwa ini.

9) Jaga kebersihan dan ketertiban. Selalu mencuci tangan ketika akan dan setelah beraktivitas. Mandi dua kali sehari minimal, mencuci pakaian dan tertib dalam melakukan segala aktifitas.

10) Bersikap baik terhadap semua ciptaan Allah SWT. Semenjak tersebarnya Covid-19 ternyata kunyit, jahe, dan tanaman obat lainnya ternyata banyak manfaatnya. Kita tidak boleh dzolim terhadap mahkluk Allah yang lainnya, misalnya kita mengeksploitasi kekayaan alam dengan sepuas hati kita, kita mencemari lingkungan dengan asap-asap pabrik dan kendaraan serta hal semisalnya.

11) Tingkatkan semangat kebersamaan, di mana ketika pandemi Covid-19 ini banyak saudara kita baik muslim maupun non muslim terdampak akibat Covid-19. Maka dari itu, hendaknya kita harus bekerjasama, tolong menolong dan saling meringankan beban orang saudara-saudara kita.

12) Mengajarkan kita hendaknya kita beragama dan beriman dengan baik.
13) Selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat. Bahwasanya setiap yang hidup itu akan mengakami kematian. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al Anbiya.

14) Meningkatkan daya tahan tubuh. Bukankah Covid-19 menyerang dan menjangkiti orang-orang yang berdaya tahan tubuh lemah!

15) Memperkuat silahturahmi.

Semoga kita bisa tergolong umat yang kritis dan mampu berpikir yang cerdas dan cemerlang. Agar kita selamat di dunia, terlebih lagi di akhirat kelak. Aamiin