Oleh: Muli Marsan ‘ummu Fatih’

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
….اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ

“.. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11)

Aku ingat seberapa keras diriku supaya terlihat cantik.
Aku ingat seberapa keras diriku agar terlihat keren.
Aku ingat seberapa keras diriku agar bisa dikenal.
Aku ingat seberapa keras diriku agar bisa diakui.
Tapi ternyata usaha keras itu hanya semu.
Ah betapa aku sudah melalaikan masa muda dengan kesia-siaan.
Lalu,Kapan aku merasa itu semua sia-sia? Ketika Galau itu menyapa, dan ilmu itu datang, masuklah di akalku, hingga membentuk pemikiran mengubah pemahaman dan teraplikasi dalam perbuatan.
Islam datang bukan hanya sebagai agama tapi juga pandangan hidup, dasar diatas segala pemikiran.

Kapan bisa menyadari islam seperti itu?
Ketika mendatangi majelis ilmu, mengkaji islam tiap pekan, dan terus menerus melakukannya.
Ada musrifah yang senantiasa menghadhonah serta membimbing. Ada doa yang terucap dari segala arah. Mengharapkan kebaikan pada kita menjadi wanita sholeha penghuni surga.

Syaitan tentu saja tidak pernah akan berhenti menghasut penuh kata-kata merayu. Membalikkan langkah kita ke tempat terpuruk. Meniupkan api amarah, menutup mata dari kebenaran.
Karena sungguh ia mendapat penangguhan waktu dari Allah hingga akhir zaman.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surah Al Hijr 39-42 :

“Ia (Iblis) berkata, Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,”
“kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
“Dia (Allah) berfirman, Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.”
“Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.”

Dengan tekad iblis yang kuat itu, mana mampu diriku sendiri, berjuang tanpa dalam jamaah.

Allah menciptakan kita dengan begitu sempurna, menunjukkan kita pada jalan yang lurus, menjadikan Rasulullah dan Al qur’an untuk memandu kehidupan kita.
Lalu apalagi yang menunda langkah untuk merubah haluan dari kesia-siaan kepada kepastian. Mengubah amalan penuh khayalan menjadi amalan yang terbaik yaitu amalan2 yang Allah terima.
Mengubah angan yang dibuat indah oleh iblis, kepada janji Allah yang pasti dan hakiki.

Maka, ketika Galau menyapa tak mengapa.
Asal Galaumu menghantarmu pada jalan menuju Allah.
Galaulah untuk muhasabah diri.
Galaulah akan amal apa yang memasukkan kita ke surga Allah.
Galaulah untuk segera merenung tentang amal diri yang telah berlalu.

Jangan terlalu lama
Aku menunggumu.
Umat menunggumu.
Berjuang bersama.
Untuk membangkitkan kembali
Peradaban islam yang hilang , yang runtuh karena dendam musuh- musuh islam.