Oleh: Lelly Hapsari

Jika hati tak lagi bermuara pada nurani
Hanya napsu mencakar dalam kubangan tirani
Berpesta dalam kubangan sampah
Yang syarat berisi durjana

Orasi kaum berdasi dengan penuh gengsi
Menyuarakan kebijakan sana sini
Mendulang tepukan dan yes dari para kolusi tanpa tahu apa arti solusi
Cukuplah selesaikan masalah hari ini
Untuk esok?
Apa kata nanti akan timbul kebijakan lagi

Lagi-lagi….
Keputusannya bak dewa penyelamat
Saat ribuan orang sekarat
Namun justru menimbulkan kedzoliman yang pekat
Persetan malaikat sang pencatat!

Wajah-wajah memelas hanya bisa pasrah dengan tangan tengadah
Melangitkan doa
Agar Sang pemilik kehidupan segera menegur keras jepit-jepit kaum fasik yang telah membuat umat menjerit

Kami sebagai jelatah dituntut diam tanpa menghujat
Menikmati setiap aturan janggal yang siap memenggal
Airmata adalah wakil atas kepedihan
Kami lapar, kami lelah, kami tinggal tunggu kematian

Ku tunggu kalian dalam pengadilan kelak di hari keabadian!