Oleh: Asri Mulya

Aku bukan siapa-siapa, tanpa mereka
Mereka hadir dalam hidupku, bersama menjadi musafir ilmu meniti aksara
Berkelana mencari jati diri di samudera ilmu
Mencari jawaban dari banyak pertanyaan
Yang bergelayut dalam hati dan pikiran
Hingga terhampar di seluruh semesta

Karena aku menyadari, jiwa ini masih rapuh, masih lemah imannya
Hati ini masih tetutup, tidak mudah menerima kebenaran rabbNya
Masih terpapar kedurjanaan, terlena pada materi
Masih terselimut kecongkakan diri
Masih terselip keraguan di hati
Dan masih terpuruk dalam kemaksiatan duniawi

Aku yang dulu mengaku Islam
Tapi tidak mengenal jati diri seorang muslim
Tidak juga mengenal hukum Allah sesungguhnya
Tidak mau diajak dalam kebaikan
Buta dalam melihat kebenaran
Tuli dalam mendengar kebenaran

Tapi kini aku tersadar, terbangun dari tidur lama
Berusaha memperbaiki masa lalu yang terbuang sia-sia
Berusaha merengkuh hidayah-Nya
Bersama mereka aku bisa
Berusaha terus belajar dan berikhtiar
Berproses menjadi insan yang lebih sabar dalam meniti aksara

Meski aku sadar, dalam perjalanannya tidak akan mudah
Mempertahankan hidayah yang sudah diperoleh
Agar bisa istiqomah
Walau penuh batu, duri, badai sebagai rintangan
Hingga jatuh bangun
Berusaha bangkit lagi, tegak bersama barisan

Karena mereka, aku bisa
Belajar tahan banting, hilangkan rasa malas mendera
Belajar tidak tersinggung, hilangkan rasa kecewa
Belajar dan terus belajar membangun habit, dan membangun tujuan
Mengetahui kemampuan dan mengasah keterampilan
Itulah aku dan mereka sebagai musafir ilmu dalam meniti aksara