Oleh : Kiki Nadia Wati

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu, mengakibatkan roda ekonomi melambat. Banyak pekerja lokal di PHK karena ketidakmampuan perusahaan membayar gaji para karyawan.
Di era penerapan New Normal Life, masyarakat diharapkan tetap mentaati protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah. Himbauan untuk menjaga kebersihan diri terus dilakukan oleh petugas penangan cepat Covid-19 demi memutus mata rantai penyebaran.
Disaat banyak pekerja lokal di-PHK dan belum dapat kerja, penguasa justru memasukkan tenaga kerja asing. Pemprov Sulawesi Tenggara izinkan 500 TKA China masuk Konawe.
Seperti yang telah dikutip di CNN Indonesia — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengizinkan 500 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk ke wilayahnya untuk bekerja di perusahaan industri, Morosi, Kabupaten Konawe. Pemprov Sultra bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelumnya sepakat menunda sementara kedatangan TKA karena pandemi virus corona.
“Sekarang selesai bulan Ramadan, mereka datang kembali dan semua persyaratan sudah dipenuhi,” kata Ali Mazi, Senin (15/6).
Hal ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana bisa, penguasa mengizinkan TKA masuk untuk bekerja, sedangkan masyarakat lokal kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, dengan memasukkan TKA kedalam negeri, hal ini justru akan memperbesar peluang penyebaran Covid-19 semakin masif. Inilah bukti bahwa penguasa di era kapitalisme lebih mementingkan kehendaknya sendiri. Rakyat hanya diberikan sebuah kartu “prakerja” yang sebenarnya tidak memberikan solusi yang komprehensif untuk persoalan masyarakat.
Inilah bukti ketidakmampuan demokrasi menjamin kesejahteraan, nyawa, dan harta masyarakat. Mereka seakan menomorduakan kepentingan masyarakat setelah kepentingannya. Semua dihitung dengan matematis untung rugi. Kebijakan semacam ini menyadarkan kita bahwa, betapa sistem ini tidak pernah memberikan jaminan solusi untuk keluar dari setiap persoalan yang ada.
Berbeda sekali jika berada dalam sistem islam. Islam begitu detail mengatur urusan yang terkecil sampai kepada urusan global. Islam menjadi satu-satunya sistem yang mampu memberikan solusi yang komprehensif untuk masyarakat.
Tidak sekadar konsep, peradaban Islam dengan karakternya yang mulia sebagai pewujud kesejahteraan seluruh alam, benar-benar telah teruji selama puluhan abad dan di dua per tiga dunia. Ini semua telah diukir oleh tinta emas sejarah. Betapa ketika islam memimpin dunia dengan sistem Khilafah, dunia bagai surga tak bertepi. Penuh dengan rasa aman, dan jaminan untuk hidup sejaterah walau ditengah badai ujian.
Peradaban Islam adalah satu-satunya peradaban berkarakter mulia, pemberi rasa tenteram dan ketenangan bagi kehidupan umat manusia.
Karakter yang begitu sempurna telah ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan penyejahtera bagi seluruh alam.” (TQS Al Anbiya [21]: 107).
Pada gilirannya, peradaban Islam –Khilafah– akan membawa dunia pada puncak kesejahteraan untuk kedua kalinya dengan izin Allah SWT.
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan din yang benar agar dimenangkan-Nya atas semua din. Dan cukuplah Allah sebagai saksi…” (TQS Al Fath[48]: 28). Allahu A’lam