Oleh : Hery D Inkasaria
(Mahasisiwi Ahwal Syakhsiyah Unismuh Makassar)

Pandemi tak kunjung usai, gelombang kedua kini diwanti
Namun komedi masih seliweran menghiasi negeri
Entah siapa yang terhibur dan menghibur diri
Istilah digugat. KKBI pun dikebiri
Yang berani tentu punya nyali

Mari kita list. Yang mana sukses membuat anda terpingkal sinis dan kalian sukai

Menag tidak membatalkan haji, hanya membatalkan keberangkatan jamaah haji.
Mobil ESEMKA mengurangi produksi karena karyawan WFH dipatuhi.
Negeri gemah ripah lojinawi, impor sayuran digandrungi

Penduduk Indonesia 200 juta lebih, hanya 500 yang mati
BPJS, naik demi kesejahteraan. entah demi siapa ini ?
Apalagi. Bukan tagihan listrik yang naik,tapi tagihannya mencekik
Boleh pulang kampung tapi jangan mudik.

Yang terakhir, kasus petinggi lembaga anti korupsi yang mendapat atensi
Saat berjuang mengais keadilan di negeri ini.
Pelaku lama dicari. Namun jaksa berbaik hati mendekamnya setahun di jeruji
Alasannya. Pelaku tak sengaja padahal bangun subuh diladeni

Gara-gara alasan “tak sengaja” para komika turun tangan
Komika yang sukses roasting sampai jadi bahan bullyan
Tentu aksi cepat tanggap segera dilakukan
Oleh mereka yang bergelar Buzzer bayaran

Tak tahan, komika malah dilaporkan dengan fitnah narkoba dan ujaran kebencian
Padahal yang diinginkan hanya keadilan
Makin susah karena yang salah pun dibela mati-matian
Kritis sedikit dianggap kadrun, bersebrangan diserang beragam akun

Iyah. Ibu Pertiwi “lagi stand up comedy”
Saat hukum jadi bahan candaan, tapi candaan malah dihukumi
Makin miris, di tengah pandemi laris komedi
Sampai komika pun melibatkan diri

Tentu kita tidak ingin dagelan terus dipertontonkan
Sudah berkali-kali rakyat jadi korban
Raffi Ahmad yang dijuluki sultan geram dengan tagihan listrik 1 juta dalam dua harian
Apalagi kita yang kadang mikir besok makan apa lagi gan

Sudah kubilang, berhentilah mengiba keadilan yang tidak menerapkan Alquran
Apalagi sudah jamak pemisahan agama dari kehidupan
Penyakit yang paling mematikan di akhir zaman yang Rasulullah saw kabarkan
Cenderung pada orang yang memiliki kedudukan , akses dan bekingan dari pihak pemerintahan
Penyakit Tebang pilih yang menghancurkan populasi negeri dan seisinya, ngeri kan

Dari sini kita belajar. Jika hukum tak lagi dipercayai, keadilan compang-camping diciderai
Maka jangan salahkan jika tuntutan revolusi kian menggema seantero negeri
Bukan apanya, sudah cukup kita diami dan dibodohi

Revolusi mungkin ngeri, tapi kedzaliman penguasa hari ini bukan hanya menusuk hati
Tapi nyawa masyarakat kini begitu murah dan tak ada harga lagi

Ayolah. Kembali pada landasan hidup sesuai aturan Ilahi
Menjadikan Rasulullah tauladan bukan lagi tokoh fiksi
Aturan yang berbau Islam tak lagi membuat kita alergi
Apalagi, kondisi kini makin hari romannya mengarah pada oligarki ?

Wahai pemuda saatnya peduli negeri
Untuk masa depan yang lebih baik dan tak urakan
Capek kan dibohongi ?
Cukup mata Pak Novel yang buta, tapi mata publik jangan !

Ayo Usung Islam sebagai solusi negeri. Institusi Islam dalam bingkai Khilafah janji Allah yang dinanti. Wallahu a’lam bishawab.