Oleh : Lilik Yani (Muslimah Peduli Peradaban)

Ketika malam hari, di mana langit tampak gelap. Jika tidak ada mendung yang menghalangi, maka akan tampak gemerlap bintang gemintang yang sangat indah. Sungguh, betapa karya Allah ini begitu mempesona. Membuat hati semakin takjub dengan pesona alam yang menunjukkan kebesaran Allah Sang Khaliq.

Sungguh tidak ada cela sedikit pun, karya-Mu yaa Allah. Semakin kita mencari kekurangannya, semakin kita dibuat takjub dengan pesona yang lebih menggairahkan.

Kalau kita perhatikan, diantara bintang-bintang itu. Pesona cahayanya berbeda-beda. Ada yang terang benderang, ada yang sedikit pudar, ada yang kurang terang. Bahkan ada bagian yang gelap tak ada sedikit pun cahaya bintang. Itu adalah pemandangan yang tampak oleh kita, penduduk bumi.

Kira-kira bagaimana pemandangan yang ada di bumi ini, jika dilihat dari langit? Apakah tampak hijau karena banyak pohon-pohonan di bumi ini? Atau tampak terang benderang karena jutaan watt lampu yang menyinari rumah-rumah umat ketika gelapnya malam mulai datang?

Itu perkiraan kita yang hanya berfikir atas dasar logika akal pikiran yang terbatas. Ternyata keadaan bumi di malam hari jika dilihat oleh penduduk langit, bagaikan kita yang memandang langit di malam hari. Jadi di bumi ini ada bagian yang berkelip-kelip layaknya cahaya bintang. Ada pula gelap gulita.

Saudara muslimku, maukah rumah kalian berkelip-kelip bagaikan cahaya bintang di malam hari. Jika dilihat oleh penduduk langit? Sudahkah kalian tahu, dengan cara bagaimana agar rumah bisa bercahaya seperti bintang gemintang di langit?

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya rumah yang dibacakan al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi.” (HR. Ahmad, Ash-Shahihah No 3112)

Saudaraku, jika kalian mengharapkan rumahnya tampak bersinar bagaikan bintang bercahaya di malam hari, maka upaya yang harus dilakukan adalah menggerakkan penghuninya untuk rajin membaca al-Qur’an. Karena dengan istiqomah membaca kalamullah setiap hari akan menjadi penerang dan penyejuk kehidupan rumahmu.

Dari Abu Musa ra, Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (HR. bukhari)

Saudaraku, jika orang yang sudah mati maka kuburan adalah tempatnya. Jadi rumah yang tidak dibacakan al-Qur’an di dalamnya adalah laksana kuburan.

Dari Abu Huraorah ra, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rum
ah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah.

Saudara muslimku, pilihan di tangan kalian. Apakah menginginkan rumah bersinar bagaikan bintang gemintang atau rumah gelap tak bersinar? Siapapun yang ditanya, pasti akan kompak memberi jawaban yang sama. Semua orang pasti menginginkan rumahnya bersinar terang. Dan jika dilihat penduduk langit akan seperti bintang-bintang di malam hari.

Saudaraku, jika semua sudah memberikan jawaban yang kompak sama. Pertanyaan selanjutnya, “Maukah kalian semua memperjuangkannya? Tentunya sinar gemintang itu bukan ada dengan sendirinya. Melainkan harus diupayakan dengan kompak membaca al-Qur’an di rumahnya secara istiqomah.

Jika menginginkan cahaya bintangnya semakin bersinar terang maka perjuangannya harus lebih maksimal. Tentunya bukan sekedar membaca secepat kilat tanpa bisa dinikmati nadanya. Bukan membaca seperti sedang lari sprint tanpa jeda. Membaca hanya untuk mengejar setoran dan ingin dianggap pintar tilawah.

Sinar yang terang harus diupayakan dengan membaca kalamullah secara tartil, khusyuk, ada irama indah yang bisa dinikmati jiwa yang lelah. Membaca ayat-ayat suci sambil dipelajari maknanya, diresapi isinya, kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu maka akan terlahir jiwa-jiwa muslim yang bersinar cemerlang.

Semakin sungguh-sungguh memperjuangkan, maka hasil yang didapatkan pastilah semakin benderang. Dijalankan secara istiqomah, di setiap detik kehidupan dan selalu menyertakan al-Qur’an sebagai panduan hidup. Hingga selamat di dunia hingga akherat. Seperti yang dikehendaki Allah, hakekat diturunkan al-Qur’an adalah sebagai petunjuk hidup. Hingga setiap langkahnya, selalu ada pendar-pendar cahaya bintang yang terus memancarkan cahaya indahnya.

Saudaraku, mumpung masih ada kesempatan. Mari kita ciptakan pendar-pendar cahaya bintang dari rumah kita. Tentunya bukan sinar biasa yang kita butuhkan. Tapi sinar yang cemerlang yang bisa dilihat oleh penduduk langit. Hingga rumah kita tampak bercahaya indah dan terang berkilau. Agar penduduk langit penasaran dan bertanya-tanya, “Rumah siapa itu yang cahayanya benderang hingga menembus langit. Hingga menjadi bahan perbincangan penduduk langit.

Wallahu a’lam bisshowab