Oleh: Isturia

Apakah sobat semua tahu Natasya Wilona? Kenal sama Mika Tambayong? Pernah jumpa Prilly Latuconsina? Atau bertemu Nikita Willy? Mereka cantik tidak? Menarikkah menurut kalian? Ayo dari sisi mananya? Kulitnya putih mulus, wajah tak berjerawat, rambutnya hitam legam lurus, tubuh tidak gendut alias kurus, hidung mancung. Hampir dipastikan sebagian besar menjawab cantik dan menarik menurut pendapat masyarakat saat ini. Yang kulitnya hitam atau coklat, rambut keriting, hidung pesek, tubuh subur alias gembrot adalah jelek..
Coba kita intip makna cantik di beberapa tempat berikut ini.

  1. Korea Selatan.
    Di Negeri Ginseng ini cantik itu mata lebar, kulit putih, dahi lebar, dagu lancip, dan hidung yang mancung dan mungil. So operasi plastik marak di negeri ini.
  2. Ethiopia
    Di tempat ini para wanita di sejumlah suku mempertahankan dan menciptakan luka baru yang menonjol di kulit mereka. Mulai dari wajah, badan, tangan dan kaki. Kalau di negeri +62 buru-buru ditutupi.
  3. Kenya
    Umumnya wanita di dunia menggunakan satu anting di telinganya. Tapi berbeda dengan suku Masai. Mereka menggunakan banyak anting sehingga telinganya panjang. Ini adalah prestasi dan kebanggaan.
  4. Thailand
    Leher panjang mirip jerapah simbol kecantikan dan keanggunan serta idaman setiap wanita suku Kayan di thailand. Sejak usia lima tahun mereka menahan sakit dari gelang tembaga yang menopang leher mereka. Jumlahnya bisa bertambah setiap saat.
  5. India
    Negeri Shahrukh Khan ini standar kecantikannya adalah banyaknya perhiasan yang menempel pada kulit mereka. Sehingga saat pernikahan, wanita akan menggunakan aksesoris tersebut dan menjadi sosok tercantik kala itu.
    Perlu diketahui bahwa era Kapitalis Sekuler saat ini, konsep modenya adalah wanita harus menampilkan daya tariknya di hadapan laki-laki. Menampakkan setiap lekuk tubuh seorang wanita menjadi hal wajib. Sehingga pakaian yang diproduksi yang bisa memamerkan bentuk tubuh wanita. Wanita modern adalah mereka yang mengenakan tang top pas keluar rumah, you can see, celana jeans ketat, kaos ketat, rok pendek dan pakaian gaul lainnya ala orang Barat. Gak semua pakaian itu pas dan cocok dibadan loh. Misalnya, salah satu kaos gaul itu yang pas di badan yaitu kaos ketat. Apa jadinya kalau yang memakai gendut, pasti seperti “lepet raksasa” hehe
    Cantik itu ternyata relatif bin subyektif ya. Oleh karena itu gak usah minder dan malu kalau dibilang gak cantik. Relatif itu standarnya gak jelas, tergantung siapa yang berbicara. Sebagai seorang muslimah, standar amal kita hukum Syara’. Pasti dan jelas dari Pencipta. Mau cantik? Berjilbab lah. Wanita akan terlihat cantik meski tubuhnya tertutup jilbab dan kerudung. Loh sudah berjilbab kok masih berkerudung ya? Eits jilbab dan kerudung beda ya. Di dalam kamus al- Muhith dinyatakan demikian:
    Jilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian sehari-harinya seperti halnya baju kurung.
    Kenapa harus jilbab? Ini nih dasarnya
    “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuan, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenal dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS: al-Ahdzab ayat 59)

Kalau ini ayat tentang penggunaan kerudung hingga dada.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya. (QS: an-Nur: 31)
Menjadi beda memang sulit. Tapi tak rumit. Berjilbab memang aneh terlihat. Tak sama dengan kerabat apalagi sahabat. Jilbab sesuai hukum syari’at. Pilih taat atau maksiat. Ingin pujian atau laknat. Semua tergantung kita. Manusia mulia dari takwanya. Bukan fisik semata.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” (QS: al-Hujurat 13).
Banyaknya wanita yang membuka auratnya karena sistem Kapitalis. Perlu upaya merubah individu-individu yang bermasalah tersebut dengan mengubah masyarakatnya. Kekuatan yang bisa mengubahnya adalah negara. Pertanyaannya, bisakah Kapitalisme menjadikan kehidupan kita lebih baik? Tentu tidak. Harapan kita hanya kepada Islam. Kerusakan ini akibat dilalaikannya Islam sebagai aturan kehidupan. Jadi wajib memperjuangkan tegaknya Islam. Aturan Islam adalah aturan yang diridhoi Allah SWT. Aturan yang bisa memuliakan wanita.