Nurmawilis Nasution,S.Pi (Pemerhati Sosial)

Warganet Indonesia beramai-ramai akan memboikot produk Unilever pasalnya sejak jumat, 19 juni 2020 Perusahaan besar Unilever mendeklarasikan dirinya mendukung komunitas terhadap L98T. (Unilever Global)
Selain menampilkan logo Unilever dalam corak pelangi pada postingannya. Unilever Global juga menegaskan 3 poin dalam aksi dukungannya untuk komunitas L98TQ+: Pertama, Unilever Global ikut menandatangani Deklarasi Amsterdam untuk memastikan semua orang di Unilever memiliki akses ke tempat kerja yang benar-benar inklusif.
Kedua, Unilever Global akan bertindak Open For Business untuk menunjukkan bahwa bisnis kami termasuk koalisi global inklusif. Keragaman kita sebagai manusia adalah yang membuat kita lebih kuat. Inklusif untuk semua orang adalah yang akan membuat kita lebih baik.
Ketiga, Unilever juga bakal meminta Stonewall untuk mengaudit kebijakan mereka dan mengukur bagaimana mereka dapat melangkah dalam tindakannya.
Meskipun di dunia Barat keputusan itu merupakan hal positif karena menjunjung hak asasi manusia, namun hal itu di Indonesia menjadi sebuah kontroversi. Sehingga masayarakat indonesiapun mengambil sikap boikot terhadap produk Unilever. (Hops.id, 26/6/2020).

Seruan boikot juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua komisi Ekonomi MUI Azrul Tanjung, menegaskan untuk beralih pada produk lain. “saya selaku ketua komisi ekonomi MUI akan mengajak masayrakat berhenti menggunakan produk unilever dan memboikot unilever”. (REPUBLIKA.CO.ID/28/06/2020).
Dalam sistem kapitalis seperti saat ini yang menjunjung tinggi kebebasan, termasuk kebebasan berprilaku seperti L98T. Menurut mereka L98T merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati bahkan diapresiasi. Karena bagi kapitalis standar berpikirnya adalah untung rugi bukan halal haram. Jadi wajar jika mereka mendukung kelompok L98T, karena mereka merupakan pasar yang sangat menggiurkan untuk meraih keuntungan disegi ekonomi. (Cendikiapos.com/1/7/2020)
Semakin besarnya dukungan terhadap L98T, semakin membuat mereka berkembang secara cepat dan susah dibendung. Hal tersebut membuat para kapitalis meraup keuntungan yang luar biasa.
Aksi boikot memang merugikan produsen, tetapi tidak ada jaminan bahwa dukungan terhadap L98T akan dihentikan.
Perlawanan terhadap L98T harus dilakukan dengan upaya sistematis, menghapus paham individu dan institusi. Didalam sistem islam pelaku L98T akan memperoleh hukuman mati, supaya tidak ada lagi pelaku L98T yang lainnya.

Islam memandang pelaku L98T sebagai tindak kejahatan bukan penyakit. Karenanya islam melarang dan menindak tegas pelaku L98T, selain dosa besar juga berdampak pada kesehatan yang rentan terjangkit dan menularkan HIV AIDS.
Bahkan kita bisa mengambil pelajaran bagaiaman Allah SWT mengazab kaum nabi Luth yang melakukan tindakan sodom, dengan azab yang tidak pernah ditimpakan pada kaum sebelumnya. Yakni menghujam mereka dengan batu dari tanah yang terbakar.
Maka hanya dengan diterapakan sistem islam secara kaffah kaum L98T benar-benar dapat dihilangkan. Sebab kerasnya ancaman hukum atas pelakunya. Sehingga tidak akan ada yang berani menyalahi fitrahnya manusia yaitu menyukai lawan jenis bukan sesama jenis. Bukan pula dengan boikot tetapi diterapkannya sistem islam agar Allah berikan keberkahan hidup bagi seluruh alam.