Oleh: Mujahidah Nurul Izzah (Kelas 8, SMPIT Al Insyiroh, Makassar)

Lagi, muncul tontonan yang sangat tidak mendidik. Sebuah sinetron tentang pergaulan bebas remaja. Katanya sinetron ini ingin memberikan pelajaran tentang bahaya sex bebas pada remaja. Tapi kenapa ceritanya justru seperti mengajarkan untuk melakukan pergaulan bebas. Pacaran lalu hamil di luar nikah.

Sementara banyak remaja muslim yang senang menontonnya. Apalagi dengan pemain-pemain sinetronnya yang memiliki wajah yang menarik. Bahkan sampai dijadikan idola atau panutan dalam penampilannya.

Lalu bagaimana dengan cerita dalam sinetronnya? Tentu saja bisa juga dijadikan panutan atau dicontoh oleh remaja muslim. Apalagi jika banyak yang mengatakan bahwa sinetron ini mendidik agar remaja tidak terjerumus ke dalam sex bebas. Orangtua yang tidak paham agama, pasti akan membolehkan anak-anaknya untuk menontonnya dengan alasan belajar.

Padahal dalam ceritanya justru lebih banyak menampilkan pergaulan bebas remaja Sekolah Menengah Pertama. Belum lagi para pemainnya yang tidak menutup aurat. Maka lengkaplah keburukan yang bisa didapatkan remaja-remaja yang menontonnya. Naudzubillah min dzalik.

Bukankah pergaulan bebas itu budaya orang kafir? Yang memang memiliki kehidupan yang serba bebas. Bukan hanya pergaulannya yang bebas, tapi juga bebas dalam berpakaian dan makanan (Fun, food, fashion).

Sangat disayangkan, karena remaja-remaja muslim saat ini, banyak yang mengikuti budaya bebas orang kafir tersebut. Remaja muslim saat ini gemar berpacaran, tidak menutup aurat bahkan menyukai makanan dan minuman-minuman kekinian yang belum tentu halal. Serta bergaul bebas dengan lawan jenis.

Tapi bukan berarti Islam melarang kita untuk bergaul. Maksudnya adalah bergaul dengan sesama jenis. Bahkan Islam membolehkan untuk bekerjasama dengan lawan jenis untuk urusan yang dibolehkan oleh Syariat seperti bekejasama untuk dakwah, jual beli, kesehatan dan pendidikan.

Islam juga tidak melarang untuk menonton yang penting tidak menghabiskan waktu sehingga lalai dalam mengerjakan ibadah. Tapi harus diingat bahwa yang boleh ditonton adalah memang yang mendidik dan tidak melanggar perintah Allah di dalamnya seperti cerita pergaulan bebas yang diserta pemainnya yang tidak menutup aurat.

Masih banyak tontonan yang mendidik yang bisa kita ambil pelajaran di dalamnya seperti kisah Muhammad, Umar, Muhammad al Fatih atau tontonan yang bernilai dakwah di chanel-chanel you tube yang terpercaya.

Sebab perlu kita ingat, bahwa tontonan bisa menjadi tuntunan. Lihatlah betapa banyaknya remaja diluar sana yang sangat mencintai gaya berpakai artis-artis Korea. Mengapa bisa demikian? Karena setiap hari mereka menghabiskan waktu dengan menonton drama Korea atau menonton di You Tube artis-artis K-Pop.

Bukankah Rasulullah pernah bersabda :

“Barangsiapa siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”(HR. Abu Dawud).

Apakah kita ingin menjadi bagian dari orang kafir? Naudzubillah min dzalik.

Maka jangan heran jika remaja muslim saat ini banyak yang terjerumus kedalam pergaulan bebas, narkoba, elgebete, hamil di luar nikah bahkan tidak takut untuk melakukan aborsi. Semua itu karena mereka meneladani orang-orang kafir.

Padahal seharusnya remaja muslim itu menjadi remaja yang memiliki kepribadian Islam. Berpikir dan bertindak sesuai tuntunan Islam. Mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Bahkan remaja muslim harusnya menjadi teladan terbaik bagi remaja yang lain.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….(TQS. Ali Imran:110)

Wallahu a’lam bisshawab