Bersandar pada bebatuan
Dalam jiwa yang sumarah
Mata nyalang mencerca yang ada

Batin terhimpit
Sesak menyelinap di setiap kata
Hanya bulir air mata kecewa

Mengapa wajahmu tiba-tiba durjana
Menikam saat mata lengah
Sahabat
Kau torehkan luka hingga lumpuh terjerembab

Kutelan kepahitan dari sorak kemenanganmu
Biarlah jiwaku yang mengeluh
Namun karena Tuhan langkahku tetap teguh

****

Yuk, teman-teman yang ingin gabung di penulisan buku antologi Air Mata Sahabat segera daftar karena slot penulis terbatas

Wa di 087868721595

Nulis tanpa beban, bebas kreasi dan buku pasti diterbitkan gak pakai ribet!

-Lelly Hapsari-