Oleh : NS. Rahayu

Anekdot Kereta Api
Oleh : NS. Rahayu

Dibumi kita berdiri masih satu negri yang sama tempatnya berpijak
Bingkai yang satu dalam perjalanan penuh luka papa penghuninya
Yang tiap pagi melihat gerbong kereta melintasinya begitu saja
Seperti itulah kami setiap hari menikmati pemandangan laju kereta negri
Gerbong yang menyambung terkait membersamai lokomotip
Terkotak-kotak didalamnya gerbong eksekutif, ekonomi dan makan
Pertemuan mereka hanya terjadi pada kepentingan makan
Di gerbong makan itupun entah saling sapa atau diam
Kapanpun gerbong dapat bertambah sesuai kepentingan jalan
Kemudian sang masinis memberangkatkan loko hingga ditujuan
Dengan peluit melengking masinispun harus patuh komando

Dan kita rakyat melihat hingga gerbong terkhir berlalu
Sambil melambai tangan mengaguminya
atau merutukinya karena tak mampu berada diatasnya
Bahkan diam karena bukan kepentingan kita
Karena keberadaan penunmpangnya berbayar untuk kepentingan
Namun gerbong itu adalah satu rangkaian dengan rel yang sama masinis
Dan akan di lepas saat tidak lagi ada kepentingan penumpang
Bahkan gerbong seksekutippun akan dilepas saat tidak berkepentingan
Bergantian dengan pembeli-pembeli tiket yang butuh tempat duduk di kereta
Dan lokopun berpindah haluan mengait dan membawa gerbong berbeda
Kembali berjalan melenggang menyususuri rel
Tanpa peduli telah meresufle gerbong lamanya
Melaju terus dengan rangkaian baru sesukanya
Tanpa peduli ada apa dilintasan perjalanannya
Akan digilas apapun yang merintangi di jalan rel tujuannya

Ngawi, 1 Juli 2020