Oleh: Ivon

Pandemi Covid-19 masih belum menentu, namun demikian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan sejumlah alasan Indonesia perlu menerapkan tatanan normal baru atau era new normal. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah terkait dampak pandemi ini terhadap ekonomi yang dianggap sudah begitu mengkhawatirkan.

Sehingga bila tak segera diterapkan akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban.
Disisi lain Tahun Ajaran Baru sekolah 2020/2021 akan tetap dilaksanakan pada 13 Juli 2020, sebagaimana dinyatakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
“Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing,” jelas Hamid Muhammad selaku Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbud (kumparan.com, 01/01/2020).

Hal ini membuat para orang tua semakin resah karena faktanya kasus covid-19 yang menyerang anak-anak di Indonesia cukup besar. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menyatakan bahwa dari data Kementerian Kesehatan terdapat sekira 831 anak yang terinfeksi Covid-19 (data 23 Mei 2020). Usia anak yang tertular itu berkisar 0-14 tahun. Dari temuan ini menunjukkan, kelompok usia anak termasuk kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

Sedangkan di Madiun sendiri berubah menjadi zona orange, setelah sebelumnya dinyatakan zona hijau atau aman dari risiko penyebaran COVID-19. Perubahan tersebut diketahui melalui data resmi dari laman resmi infocovid19.jatimprov.go.id per Selasa (30/6). Meski demikian, Maidi menyatakan upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 di Kota Madiun kian diperketat. Imbauan agar warga senantiasa menerapkan protokol kesehatan terus digalakkan.

Pihak kepolisian pun kini menggunakan motor tangguh untuk mendisiplinkan warga dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. “Dengan motor tangguh Semeru ini akan menyosialisasikan dan mendekat kepada masyarakat bahwa pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan hindari kerumunan harus benar-benar diterapkan,” jelas Maidi.
Dengan kondisi seperti ini kasus covid bukannya berkurang malah semakin bertambah, sudah selayaknya pemerintahelakukan langkah-langkah konkret, seperti berikut:
(1) Pemerintah sudah seharusnya meninjau ulang kebijakan new normal,
(2) Pemerintah terus mengupayakan pemeriksaan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk menentukan status infeksi dan terus melakukan penelusuran kontak (contact tracing) untuk mengetahui mana warganya yang sakit dan mana yang sehat.
(3) Melanjutkan tindakan karantina dan isolasi, serta pembatasan fisik (social distancing/ physical distancing) agar anak-anak tidak ikut tertular.
Sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), upaya pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak harus tetap berjalan sesuai jadwal bagi seluruh anak Indonesia.
(4) Roda pelayanan kesehatan dasar seperti asuhan neonatal esensial, imunisasi, pemenuhan nutrisi lengkap seimbang, suplementasi sesuai kebutuhan, stimulus, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang, serta program terkait kesehatan lainnya harus terus dioptimalkan.
(5) Kegiatan pendidikan anak usia dini sebaiknya dilakukan di rumah dalam lingkungan keluarga dalam bentuk stimulasi berbagai ranah perkembangan dalam lingkungan penuh kasih sayang oleh anggota keluarga yang sehat.

Anak adalah aset generasi bangsa, mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas sudah menjadi tanggung jawab negara. Kebijakan new normal jangan sampai mengorbankan anak-anak dan membiarkan penularan Covid-19 berjalan tanpa ada pencegahan yang signifikan. Kita tentu tidak mengharapkan anak-anak kita menjadi generasi yang sakit dan lemah secara fisik.